BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Digitalisasi Perlinsos Diperluas, Dibangun Atas Dasar Keadilan

Digitalisasi Perlinsos Diperluas, Dibangun Atas Dasar Keadilan
dok. Kemenpanrb

Jangkauan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) akan diperluas. Secara bertahap program ini akan diaplikasikan secara nasional. Namun yang jauh lebih penting adalah keberlanjutan program perlinsos yang dibangun atas dasar keadilan untuk masyarakat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menekankan, digitalisasi perlinsos perlu memastikan masyarakat bisa mengikuti seluruh proses sampai manfaat diterima. “_Concern_ saya adalah keberlanjutan program ini. Bukan hanya dibangun berdasarkan _digital by design_, tapi _digital by justice_,” jelas Rini dalam Rapat Tingkat Menteri Persiapan Roll Out Nasional Digitalisasi Bantuan Sosial di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Prinsip keadilan ini bukan baru dikonsepkan. Tetapi keadilan sudah hadir saat digitalisasi ini dirancang. Digitalisasi kerap menimbulkan pertanyaan dan persoalan klasik, yakni nasib kelompok masyarakat yang sulit mengakses teknologi informasi.

Konsep _digital by design_ bertujuan menciptakan layanan publik atau bisnis yang sepenuhnya digital sejak awal. Sementara _digital by justice_ memastikan teknologi digital dan keputusan algoritma adil, transparan, serta tidak merugikan kelompok marjinal. Arsitektur pemerintah digital memastikan sistemnya terhubung. Arsitektur keadilan digital memastikan haknya tidak terputus. 

Dari sisi Kementerian PANRB, Menteri Rini menyampaikan akan mengawal penyederhanaan proses bisnis dan integrasi layanan. Hal itu agar masyarakat merasa lebih dipermudah dan tidak lagi menghadapi proses manual, pengisian data berulang, maupun sistem yang tidak terhubung. 

Menteri Rini mendorong transformasi perlinsos sebagai shared outcome lintas instansi. “Jadi kita memastikan semua kementerian ini bergerak. Juga keadilan digital itu, kita memastikan hak masyarakat itu tidak ada yang tertinggal,” ungkap Menteri Rini, dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan.

Dari sisi lain, Luhut mengungkapkan pemerintah akan mencanangkan Gerakan Nasional Perlindungan Sosial untuk orkestrasi dan membangun kesadaran terhadap prorgam ini. TNI, Polri, serta jajaran pemerintah daerah harus saling bekerja sama untuk memperluas jangkauan perlinsos di masyarakat.

Pemerintah provinsi perlu diperkuat perannya dalam penerapan di seluruh kabupaten/kota di wilayahnya. Mulai dari kesiapan proses bisnis, sumber daya manusia, kanal layanan, mekanisme pendampingan, hingga penyelesaian persoalan dalam implementasi.

“Kami juga akan mempermudah masyarakat untuk membuka rekening bank dan bantuan ini ditransfer langsung ke rekening penerima. Jadi bisa terhindar dari praktik korupsi,” tegas Luhut.