BERITA TERBARU
NASIONAL

BRIN Dorong Riset Material Berdampak agar Tak Berhenti di Laboratorium

BRIN Dorong Riset Material Berdampak agar Tak Berhenti di Laboratorium
dok. BRIN

Materials Talks menjadi ruang untuk melihat kebutuhan Indonesia dalam satu dekade mendatang. Material memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor strategis, seperti energi, kesehatan, lingkungan, pertahanan, pangan, semikonduktor, dan manufaktur.

“Material adalah kunci bagi kemajuan teknologi. ORNM BRIN perlu meningkatkan leverage riset material melalui riset berbasis kebutuhan, dengan tetap memperkuat kompetensi inti, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan dampak,” kata Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi.

Menurutnya, pengembangan riset material membutuhkan sinergi antara komunitas ilmiah, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

Salah satu isu penting yang menjadi perhatian adalah valley of death, yaitu kesenjangan antara hasil riset yang telah menjanjikan secara ilmiah dengan tahap implementasi dan adopsi di dunia nyata. Diskusi akan mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara periset, industri, akademisi, investor, dan pemerintah dapat mempercepat proses tersebut melalui validasi teknologi, pendanaan, pilot project, dukungan regulasi, hingga akses pasar.

Selain itu, forum juga membahas bagaimana keberhasilan riset seharusnya tidak hanya dilihat dari publikasi dan paten, tetapi juga dari prototipe, kesiapan teknologi, lisensi, adopsi industri, nilai ekonomi, manfaat sosial, serta kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan nasional.

Materials Talks menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Perspektif akademis disampaikan oleh Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peraih Habibie Awards 2022.

Dari perspektif periset BRIN, hadir Dr.Eng. Sukma Surya Kusumah, S.Hut., M.Si., Peneliti Ahli Utama ORNM BRIN. Sementara perspektif global disampaikan Yanuar Nugroho, Ph.D., scholar dari University of Manchester, yang sebelumnya menjabat Deputi II Kantor Staf Presiden RI periode 2014–2019 dan Koordinator Tim SDGs Bappenas RI periode 2022–2025.

Perspektif industri dan dunia usaha direncanakan menghadirkan Dr. Gita Irawan Wirjawan, MBA, mantan Menteri Perdagangan RI periode 2011–2014, Founder Endgame/Chronicle, dan penulis. Kehadiran narasumber dari lintas sektor ini dirancang untuk memperkaya dialog mengenai tantangan dan peluang membawa hasil riset dari laboratorium menuju penerapan nyata.

Dalam format talkshow interaktif, panelis dan peserta akan mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pengembangan riset material. Beberapa topik yang disiapkan antara lain “What Defines Impactful Research?”, “What Is the Expectation of Each Perspective from Others?”, “What Are the Main Challenges to Each Perspective?”, “How Should Success Be Measured?”, hingga “How to Close the Valley of Death?”.

Melalui perspektif lintas sektor, forum ini diharapkan dapat mendorong pembahasan mengenai bidang riset material yang perlu menjadi prioritas Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas nasional agar hasil riset tidak berhenti pada tahap laboratorium.

Pada akhirnya, forum diarahkan untuk menghasilkan komitmen konkret dari setiap perspektif. Para panelis akan diajak menyampaikan satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat terwujudnya riset material yang lebih dekat dengan kebutuhan bangsa, industri, dan pembangunan nasional.