BRIN Luncurkan Buku Internasional tentang Islam, Konflik, dan Transformasi Politik di Asia Tenggara
Jakarta – Kajian mengenai Asia Tenggara telah menjadi salah satu fokus penelitian Pusat Riset Kewilayahan sejak awal berdiri pada 2001. Komitmen tersebut terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi internasional, termasuk program Visiting Fellowship yang diselenggarakan sejak 2022. Salah satu luaran program tersebut adalah penyusunan buku Islam, Conflict, and Political Transformation in Southeast Asia yang berhasil diterbitkan oleh Springer pada April 2026.
Periset PRW BRIN sekaligus editor buku, Ahmad Nuril Huda, mengatakan bahwa buku ini menawarkan perspektif multidisiplin mengenai relasi agama, konflik, dan perubahan politik yang menjadi salah satu isu penting di kawasan Asia Tenggara.
”Asia Tenggara merupakan kawasan dengan tingkat keberagaman agama, etnis, dan budaya yang sangat tinggi. Dalam konteks tersebut, agama tidak hanya hadir sebagai identitas sosial, tetapi juga berperan dalam proses pembentukan perdamaian, penyelesaian konflik, hingga transformasi politik. Buku ini berupaya menjelaskan dinamika tersebut melalui berbagai studi kasus yang disusun berdasarkan temuan-temuan empiris dari para peneliti lintas negara,” jelas Nuril.
Buku yang dieditori oleh Ahmad Suaedy, James Hoesterey, Amin Mudzakkir, dan Ahmad Nuril Huda tersebut merupakan hasil kolaborasi akademik yang melibatkan 16 penulis dari berbagai institusi di Indonesia dan luar negeri. Melalui 14 bab, buku ini mengulas dinamika hubungan agama, konflik, dan transformasi politik di Asia Tenggara, dengan fokus kajian pada Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Menurut Nuril, kehadiran buku ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi riset lintas institusi dalam menghasilkan pengetahuan yang memiliki relevansi akademik maupun praktis. Publikasi ini menjadi salah satu kontribusi BRIN dalam memperkuat literatur internasional mengenai Islam di ruang publik Asia Tenggara.
“Kami berharap buku ini dapat memberikan referensi baru bagi akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, maupun masyarakat yang ingin memahami bagaimana agama, konflik, dan demokrasi saling berinteraksi di kawasan ini. Lebih dari itu, buku ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara peneliti Indonesia dan mitra internasional mampu menghasilkan karya ilmiah yang diakui oleh penerbit bereputasi global,” ujarnya.
Peluncuran buku ini juga menjadi ruang dialog ilmiah bagi para akademisi dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan perkembangan terkini studi Islam dan politik di Asia Tenggara. Seminar akan menghadirkan Ketua Umum PBNU K.H. Dr. Yahya Cholil Staquf, Intelektual Muslim senior Fachry Ali, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.A., Dr. Irine Hiraswari Gayatri, M.A., James Hoesterey, Ph.D. dari Emory University, Dr. Ahmad Suaedy dari UNUSIA Jakarta, serta Peneliti Senior PRW BRIN Dr. Ahmad Helmy Fuady, M.A.
Melalui penyelenggaraan seminar dan peluncuran buku ini, BRIN berharap hasil-hasil penelitian mengenai Asia Tenggara dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, memperkuat kolaborasi riset internasional, serta memberikan kontribusi berbasis bukti bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan perumusan kebijakan yang responsif terhadap dinamika sosial-politik di kawasan


