BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Bertemu BAZNAS, Komite Kepresidenan Palestina: Masih Terjadi Pembunuhan, Pengusiran, Penghancuran Tenda, dan Penahanan Imam Masjid Al Aqsa

Bertemu BAZNAS, Komite Kepresidenan Palestina: Masih Terjadi Pembunuhan, Pengusiran, Penghancuran Tenda, dan Penahanan Imam Masjid Al Aqsa
dok. BAZNAS

Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, mengungkapkan gambaran kondisi kritis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina akibat krisis kemanusiaan yang terjadi, sampai saat ini yakni bulan September 2026. 

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lanjutan tentang Kerja Sama Penyediaan Bantuan Kemanusiaan dan Sosial untuk Negara Palestina, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (25/6/2026).

Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.,  Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri. 

“Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini,” jelas Mahmoud Sidqi Al-Habbash.

Ia memaparkan eskalasi krisis yang belum mereda telah menyebabkan jutaan masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok dasar sehari-hari.

“Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar,” tuturnya.

Tak hanya di Gaza, kata dia, kondisi memprihatinkan juga masih terjadi di Tepi Barat seperti pembunuhan, pengrusakan kamp pengungsian serta perintangan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa.  Oleh karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan seperti pasokan makanan, air bersih, pengobatan, pendidikan, hingga fasilitas hunian darurat harus terus diupayakan bersama.

Menanggapi hal tersebut, MoU dengan BAZNAS RI diharapkan dapat memastikan seluruh proses penyaluran bantuan masyarakat Indonesia tidak berkurang,  cepat, dan tepat sasaran.

Pihaknya juga memastikan akan mengawasi pelaksanaan bantuan tersebut agar dapat sampai kepada masyarakat Palestina. Ia berharap dukungan Indonesia dan kerja sama kemanusiaan melalui BAZNAS dapat terus berlanjut hingga terwujudnya kemerdekaan Palestina. 

Dalam kesempatan tersebut, Mahmoud juga menyampaikan  apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto terkait dukungannya untuk Palestina. Mahmoud mengatakan, sikap tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat diapresiasi oleh rakyat Palestina.

“Salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan juga dari rakyat Palestina kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan juga kepada rakyat Indonesia,” ujar Mahmoud.

Kategori: Nasional