BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
NASIONAL

Banjir Kembali Terjang Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU Sigap Pulihkan Akses

Banjir Kembali Terjang Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU Sigap Pulihkan Akses
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terdampak bencana banjir akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi selama enam hari sejak 9 September 2026.

Luapan sungai menyebabkan akses jalan penghubung sementara pada eksisting Jembatan Aih Bobo kembali terputus. Bencana ini menjadi kejadian ketiga setelah sebelumnya kawasan tersebut terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan kembali mengalami kerusakan jembatan sementara pada Juni 2026.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa akses jalan dan jembatan memiliki peran yang strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody.

Sebagai upaya penanganan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan pembersihan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco. Tim BPJN Aceh juga memasang area pembatas dengan safety line. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.

Selain itu, Kementerian PU turut memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang tertutup longsoran di tujuh titik, yakni satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di kawasan Air Panas. Untuk memulihkan konektivitas, tim BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan material menggunakan excavator, wheel loader, dan backhoe loader.

*Sabo Dam Dipercepat*

Untuk memperkuat upaya pengendalian sedimen akibat banjir, Kementerian PU telah membangun Sabo Dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 3–4 minggu sehingga bangunan dapat difungsikan meskipun belum seluruh pekerjaan selesai 100 persen.

Saat ini, pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan Sabo Dam. Dalam pelaksanaannya, ketersediaan material semen menjadi salah satu kendala di lapangan. 

Untuk menyelesaikan paket pekerjaan tersebut masih dibutuhkan sekitar 50 ribu sak semen. Oleh karena itu, Kementerian PU akan memfokuskan pekerjaan berikutnya pada percepatan pengadaan semen mulai 16 September 2026. 

Sabo dam tersebut merupakan salah satu dari pembangunan 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni DAS Tripa, DAS Meureudu, DAS Jambo Aye, DAS Peusangan, DAS Tamiang, dan DAS Singkil.

Seluruh penanganan tersebut menunjukkan upaya Kementerian PU tidak hanya diarahkan untuk memulihkan akses yang terdampak bencana, tetapi juga memperkuat infrastruktur pengendali sedimen untuk mengurangi risiko gangguan akibat banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Gayo Lues.

Kategori: Nasional