Tuliskan, Percaya, Raih! Kebiasaan Manifesting Dua Lipa yang Mengubah Hidupnya
Penyanyi bintang dunia Dua Lipa baru saja membuka rahasia keberhasilan yang menakjubkan. Dalam sejumlah wawancara terbaru, pemenang penghargaan berganda Grammy itu mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa dalam karier maupun kehidupan pribadinya lahir dari kebiasaan sederhana namun kuat yaitu menuliskan apa yang diinginkan, memvisualisasikannya, dan mewujudkannya lewat keyakinan serta kerja keras. Praktik yang disebut manifesting ini telah mengubah mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.
Kebiasaan itu adalah menuliskan segala sesuatu yang diinginkan dalam hidup baik tujuan karier, impian tampil di panggung besar, hingga kualitas pasangan hidup yang diharapkan lalu mempercayainya sepenuh hati sambil terus berusaha mewujudkannya. Dua Lipa membiasakan diri menuliskan impian-impiannya sejak usia sangat muda, bahkan sebelum namanya dikenal dunia. Ia menuliskannya seolah-olah hal itu sudah terjadi, lalu membiarkan keyakinan itu menuntun langkah-langkahnya setiap hari hingga akhirnya menjadi kenyataan.
Dua Lipa sendiri telah membuktikannya. Salah satu contoh paling nyata adalah impian tampil di panggung utama Glastonbury Festival yang pernah ia tuliskan dan bayangkan sejak awal karier, hingga akhirnya terwujud pada tahun 2024. Dalam kehidupan asmara, Dua juga menuliskan kriteria sosok pasangan yang diinginkannya lewat lirik lagu “Training Season”, dan tak lama kemudian bertemu serta menikah dengan aktor Callum Turner yang dinilai sangat sesuai dengan apa yang telah ia tuliskan sebelumnya.
Dua Lipa menyampaikan kebiasaan ini secara terbuka dalam wawancara bergengsi bersama majalah TIME pada April 2024, saat masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia. Pernyataan itu kemudian kembali ramai dibahas dan dikutip berbagai media internasional pada Agustus–September 2026, menyusul pernikahannya dengan Callum Turner yang dianggap sebagai bukti nyata kekuatan kebiasaan tersebut.
Karena menuliskan tujuan berarti memberinya bentuk yang nyata. Dua Lipa meyakini bahwa kata-kata yang ditulis dengan kesadaran penuh dan keyakinan kuat memiliki kekuatan untuk menarik hal tersebut ke dalam kehidupan seseorang. Bukan berarti hanya berdiam diri dan menunggu, melainkan menjadikan apa yang ditulis sebagai arah dan tujuan, sehingga setiap langkah yang diambil secara sadar maupun tidak sadar akan mengarah ke sana. Impian yang ditulis menjadi kompas kehidupan yang tak pernah kehilangan arah.
Dua Lipa menjelaskan dengan lugas bahwa kebiasaan menuliskan impian telah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Mengutip dari laman TIME, Dua Lipa menyampaikan terkait kebiasaan manifestingnya. “Saya selalu merencanakan ke depan. Meskipun hal-hal tak terduga bisa muncul yang saya evaluasi saat itu juga, selalu ada tujuan jangka panjang. Menuliskan segala sesuatu itu penting — Anda tak pernah tahu apa yang bisa menjadi kenyataan,” ujar Dua Lipa pada awak media.
Publik pun terinspirasi. Banyak yang mulai meniru kebiasaan tersebut seperti menuliskan impian, mempercayainya, lalu berjuang mewujudkannya. Dua membuktikan bahwa impian yang ditulis dengan jelas, dipercaya sepenuh hati, dan diupayakan dengan sungguh-sungguh, kelak akan menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan.
Kisah Dua Lipa mengajarkan bahwa impian yang tertulis adalah impian yang setengah terwujud. Tuliskan dengan jelas apa yang Anda inginkan, percayai sepenuh hati bahwa itu mungkin terjadi, lalu berjuanglah mewujudkannya. Bukan keajaiban yang bekerja, melainkan kejelasan tujuan dan keyakinan yang tak pernah menyerah dan Siapa pun bisa melakukannya, cukup ambil pena, tuliskan impianmu, dan biarkan semesta membantu mewujudkannya.


