BERITA TERBARU
Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara Tantangan Belajar Agama di Era Digital Israel Cabut Status Diplomatik Diplomat Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing Pascabanjir Terjang Tapanuli Tengah Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi Yang Seung Hye, Fencer Korea yang Viral di Asian Games 2026 karena Disebut Mirip AI Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat
GAYA

Ganti Sampo Tiba-Tiba Bisa Picu Ketombe? Ini Penjelasan Faktanya

Ganti Sampo Tiba-Tiba Bisa Picu Ketombe? Ini Penjelasan Faktanya
Ganti Sampo Tiba-Tiba Bisa Picu Ketombe (Foto/Unsplash)

Banyak orang mengalami munculnya ketombe setelah mengganti merek atau jenis sampo secara tiba-tiba. Padahal sebelumnya rambut dan kulit kepala terlihat bersih dan sehat. Ketombe yang muncul berupa serpihan putih, rasa gatal, hingga kemerahan ternyata bisa dipicu oleh perubahan formulasi sampo yang tidak cocok dengan kondisi kulit kepala. Hal ini bukan sekadar kebetulan ada penjelasan ilmiah di baliknya, dan ini dialami oleh cukup banyak orang tanpa disadari.

Fenomena ini bisa menimpa siapa saja, terutama yang sering berganti produk perawatan rambut tanpa memperhatikan kandungan bahannya. Paling rentan adalah mereka yang memiliki jenis kulit kepala sensitif, cenderung berminyak, atau sebelumnya sudah pernah mengalami masalah keseimbangan mikroba di kulit kepala. Dokter spesialis kulit dan kelamin menegaskan bahwa pemilihan sampo yang tepat sangat berpengaruh pada kesehatan rambut maupun kulit kepala.

Gejala biasanya muncul dalam kurun waktu 3 hingga 14 hari setelah mulai menggunakan sampo baru. Jika dalam waktu tersebut kepala mulai terasa gatal dan serpihan putih mulai bermunculan, kemungkinan besar produk tersebut tidak cocok. Kondisi ini bisa bertahan selama masih digunakan, dan biasanya akan membaik setelah berhenti atau diganti dengan produk yang lebih sesuai.

Gangguan ini terjadi di kulit kepala, tepatnya di lapisan terluar yang berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Ketidakseimbangan terjadi di sana, memicu pengelupasan sel kulit secara berlebihan yang tampak sebagai bintik-bintik putih di rambut maupun di bahu pakaian.

Setiap sampo memiliki kandungan bahan aktif, tingkat keasaman (pH), serta jenis pembersih yang berbeda. Kulit kepala yang sudah terbiasa dengan satu jenis formulasi memerlukan waktu untuk beradaptasi. Jika sampo baru mengandung bahan yang terlalu kuat, pembersih yang terlalu keras, atau kadar pH yang tidak sesuai, lapisan pelindung kulit kepala bisa terganggu. Akibatnya, pertumbuhan jamur alami penyebab ketombe menjadi tidak terkendali, sel kulit mengelupas lebih cepat, dan muncul rasa gatal.

Cara terbaik mencegahnya adalah tidak mengganti sampo terlalu sering. Jika ingin mencoba produk baru, pilihlah yang kandungannya mirip dengan yang biasa dipakai, atau lakukan uji coba pada sebagian kecil kulit kepala terlebih dahulu. Gunakan sampo baru secara bertahap, campur sedikit dengan yang lama pada awal masa transisi. Jika ketombe sudah muncul, hentikan pemakaian, gunakan sampo khusus ketombe sesuai anjuran, dan beri waktu kulit kepala untuk pulih. Hindari menggaruk agar tidak terjadi iritasi lebih lanjut.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, bahwa mengganti sampo secara tiba-tiba dengan formulasi yang sangat berbeda dapat mengganggu keseimbangan pelindung kulit kepala, sehingga memicu iritasi dan munculnya ketombe.

Kesehatan rambut dimulai dari kulit kepala yang sehat. Tidak perlu tergoda terus-menerus berganti produk, yang terpenting adalah menemukan yang cocok dan menjaganya dengan konsisten.