BERITA TERBARU
Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat Kemenko PM Apresiasi Program Jaminan Sosial BAZNAS 2026 Persib Bandung Siap Hadapi Port FC di ASEAN Club Championship 2026/27 Produksi Padi 2026 Naik, Pasokan Beras di Pasar Tetap Melimpah Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta Pedagang Cipinang Sebut Pasokan Beras Melimpah, Stok Toko di Atas 50 Ton Bamsoet Dilantik Jadi Anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun Menteri Perdagangan G20 Tolak Penggunaan Pangan sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik
EKONOMI

Pedagang Cipinang Sebut Pasokan Beras Melimpah, Stok Toko di Atas 50 Ton

Pedagang Cipinang Sebut Pasokan Beras Melimpah, Stok Toko di Atas 50 Ton
dok. Kementan

Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, terpantau melimpah seiring meningkatnya produksi dari sejumlah sentra pertanian. Kondisi tersebut tercermin dari stok yang tersedia di tingkat pedagang yang kini rata-rata mencapai lebih dari 50 ton per toko.

Anto, pemilik Toko Beras Idolaku di PIBC, mengatakan ketersediaan pasokan saat ini relatif melimpah dan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di tokonya, tetapi juga dirasakan oleh pedagang beras lainnya di kawasan pasar induk.

“Kalau di sini rata-rata sudah di atas 50 ton. Kalau yang lain mungkin tidak berbeda jauh,” ujar Anto saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (2/10).

Menurut Anto, pasokan beras yang masuk ke tokonya saat ini mayoritas berasal dari sentra produksi di Pulau Jawa. Salah satu sumber utama berasal dari Indramayu, Jawa Barat, terutama saat daerah tersebut memasuki musim panen.

“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.

Ia menambahkan, sumber pasokan dapat semakin beragam ketika sejumlah daerah di luar Jawa memasuki musim panen. Pada periode tersebut, beras dari Sulawesi juga berpotensi masuk ke PIBC untuk memenuhi kebutuhan perdagangan.

“Kalau pas lagi panen, itu bisa dari Sulawesi,” ujarnya.

Gambaran di tingkat pedagang tersebut sejalan dengan pemantauan pemerintah terhadap kondisi pasokan di PIBC. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada September 2026 mencatat rata-rata pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari. Secara keseluruhan, stok beras di pasar induk tersebut juga masih dalam kondisi aman.

Ketersediaan pasokan di tingkat perdagangan tidak terlepas dari upaya pemerintah menjaga produksi dan mengantisipasi berbagai tantangan produksi, termasuk potensi dampak El Nino. Kementerian Pertanian melakukan sejumlah langkah mitigasi, antara lain melalui optimalisasi pompanisasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta penguatan produksi padi di berbagai sentra.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Pertanian menunjukkan produksi beras Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pasokan yang terus mengalir dari berbagai sentra produksi, kondisi stok di tingkat pedagang menjadi salah satu gambaran penting mengenai ketersediaan beras di pasar. Di PIBC, salah satu pusat perdagangan beras terbesar di Jakarta, pedagang menyebut stok di toko saat ini berada pada level yang cukup tinggi.