KPI IAIH Pancor Gelar Pelatihan Public Speaking di YPP Darul Abidin Gerisak Semanggeleng
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIH Pancor menggelar Pelatihan Public Speaking di YPP Darul Abidin Gerisak Semanggeleng. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun keberanian berbicara, meningkatkan kepercayaan diri, serta membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kaprodi KPI IAIH Pancor, Daeng Sani Ferdiansyah, M.Sos., menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan orang lain bukan sekadar persoalan tampil, tetapi merupakan keterampilan penting yang perlu dilatih secara bertahap.
“Public speaking tidak hanya tentang bagaimana seseorang berbicara di depan banyak orang, tetapi juga bagaimana menyampaikan gagasan dengan percaya diri, jelas, menarik, dan mampu dipahami oleh orang lain. Karena itu, keberanian untuk mulai berbicara menjadi langkah pertama yang harus dibangun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang dalam empat kali pertemuan yang saling berkaitan. Setiap pertemuan tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan pada latihan agar peserta mengalami langsung proses membangun kemampuan berbicara.
Pertemuan pertama mengangkat tema Berani Bicara dan Kepercayaan Diri. Pada tahap ini peserta diarahkan untuk mengenali hambatan ketika berbicara, mengatasi rasa takut dan gugup, serta membangun keberanian untuk tampil di hadapan orang lain. Peserta juga didorong untuk memahami bahwa kemampuan berbicara berkembang melalui keberanian mencoba dan latihan yang konsisten.
Pertemuan kedua mengangkat tema Bicara Menarik: Olah Suara, Bahasa Tubuh, dan Penyusunan Struktur Pesan. Peserta diperkenalkan pada teknik menggunakan suara secara efektif, mulai dari intonasi, artikulasi, volume, hingga tempo berbicara. Selain itu, peserta belajar menggunakan bahasa tubuh yang mendukung pesan serta menyusun materi secara terstruktur agar pembicaraan lebih mudah diikuti dan menarik perhatian audiens.
Pertemuan ketiga menghadirkan Public Speaking Challenge sebagai ruang untuk menguji kemampuan peserta dalam berbagai bentuk komunikasi. Peserta akan berlatih menguasai pidato, kultum, storytelling, dan menjadi Master of Ceremony (MC) yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui tantangan tersebut, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar beradaptasi dengan situasi dan karakter audiens yang berbeda.
Pertemuan keempat difokuskan pada praktik public speaking. Peserta diberikan kesempatan untuk tampil secara langsung dengan menerapkan berbagai teknik yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Praktik menjadi tahap penting untuk melihat perkembangan keberanian, penguasaan materi, penggunaan suara, bahasa tubuh, serta kemampuan membangun komunikasi dengan audiens.
Kaprodi KPI IAIH Pancor menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan di ruang pelatihan. Kemampuan berbicara perlu dipraktikkan dalam berbagai aktivitas, baik ketika menyampaikan pendapat di kelas, memimpin kegiatan, menyampaikan kultum, menjadi MC, bercerita, maupun berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
“Target akhirnya bukan sekadar peserta berani tampil selama pelatihan, tetapi mereka memiliki keberanian untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Karena komunikasi adalah keterampilan yang semakin baik ketika terus digunakan dan dilatih,” tambahnya.
Pelatihan Public Speaking di YPP Darul Abidin Gerisak Semanggeleng menjadi bagian dari upaya Prodi KPI IAIH Pancor untuk memperkuat literasi komunikasi dan keterampilan berbicara di kalangan generasi muda. Melalui pendekatan yang bertahap, praktis, dan berbasis pengalaman, peserta diharapkan mampu menjadi komunikator yang percaya diri, terampil, dan mampu menyampaikan pesan secara efektif.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi KPI IAIH Pancor dalam menghadirkan pembelajaran komunikasi yang tidak hanya berlangsung di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat dan lembaga pendidikan.


