BERITA TERBARU
Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh Bersama linkumkm by BRI Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi Kemendag Bawa IP Kreatif ke JFC 2026, Potensi Transaksi Capai Rp3,51 Miliar Wamentan Saleh: Pemerintah Siap Dengarkan Dunia Usaha untuk Perkuat Pertanian Menaker: Pemagangan Nasional Perkecil Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan Industri Kemenpar Promosikan Desa Wisata Sebagai Destinasi Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026 Indonesia Resmi Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP Aktris Bollywood Nushrratt Bharuccha Kecelakaan di Bali, Alami Patah Tulang Belakang Pesawat Gagal Mendarat Di Pekanbaru Imbas Kabut Asap Karhutla
DAERAH

Berkunjung Ke Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga Dukung Jadi Etalase Global

Berkunjung Ke Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga Dukung Jadi Etalase Global
dok. Kementrans

Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar disambut oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi Muhammad Qufal Umaternate, Kepala BPPMT Efi Surmaliningsih, dan para pegawai., Seminyak, Badung, Bali, 6/10/2026.

Kehadiran Viva Yoga ke tempat yang biasa disebut dengan balai transmigrasi itu untuk melakukan kunjungan kerja, meninjau perkembangan dan dinamika kinerja balai dan pegawainya.

Dari kepala balai, dirinya mendapat pemaparan terkait rencana pengembangan gedung balai transmigrasi. Gedung dan komplek yang dibangun sejak tahun 1985 itu dirasa perlu disesuaikan dengan dinamika masyarakat dan lingkungan.

Berada di kawasan wisata internasional yang ramai dengan wisatawan dari dalam dan luar, ada keinginan menjadikan balai sebagai etalase global. Untuk itu daya dukung gedung yang ada harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Meski dirancang sebagai kawasan etalase global dan modern, balai yang ada tetap mempertahankan fungsi yang ada, tetap ada demplot, tempat pelatihan, dan lahan penelitian ketransmigrasiaan. Disebut pengembangan gedung balai itu dilakukan secara bertahap.

Mendapat pemaparan menjadikan Balai Transmigrasi Denpasar sebagai etalase global, Viva Yoga mendukung rencana itu. “Rencana yang bagus dan Kita dukung”, ujarnya. Sebagai salah satu balai transmigrasi, selain yang ada di Pekanbaru, Banjarmasin, dan Yogyakarta, balai transmigrasi yang ada di Denpasar memiliki fungsi strategis.

Balai yang ada di Denpasar disebut mampu menjalankan tugas dan fungsinya sehingga masih adanya keinginan penduduk Bali yang ingin mengikuti transmigrasi, di antaranya dari Gianyar dan Buleleng. “Kita memberangkatkan transmigran dari Bali terakhir di tahun 2019”, ujarnya.

Dalam sejarah transmigrasi, disebut Bali merupakan pulau di luar Jawa yang massif mengirimkan transmigran ke berbagai kawasan transmigrasi. “Transmigran dari Bali sejak program ini dilakukan menyebar ke berbagai kawasan seperti di Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan”, ujarnya.

Transmigran dari Bali diakui sebagai transmigran yang ulet dan telaten sehingga banyak yang sukses. “Di Lampung banyak transmigran Bali sukses sebagai pengusaha maupun pejabat daerah”, ujarnya.

Dari bukti-bukti kesuksesan transmigran dari Bali, Viva Yoga mendukung balai transmigrasi dikembangkan sebagai etalase global. “Kita tunjukan kepada dunia, program transmigrasi sukses mensejahterakan masyarakat”, tegasnya.

Menurutnya kawasan transmigrasi tidak hanya berfokus pada sektor pertanian dan perkebunan namun juga ada untuk pengembangan kawasan wisata. “Di Labuan Bajo ada kawasan transmigrasi yang berada di kawasan wisata”, ungkapnya.