BERITA TERBARU
Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026 Kepala BGN: Peresmian 480 SPPG di Wilayah 3T adalah Langkah Awal DPR Pastikan Stok Beras Aman, Pasokan Retail hingga Cipinang Tersedia BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda sejak Dini TEP Undip Ajak Siswa Tempirai Selatan Cegah Penyakit dengan Kebiasaan Hidup Bersih Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut Kemenpar Apresiasi STARLUX Buka Rute Taipei-Denpasar, Perkuat Konektivitas Pasar Taiwan Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Padi 2026 Terjaga Indonesia Dinilai Bisa Perluas Dukungan Internasional untuk Palestina Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk
NASIONAL

Wamenaker: Pelindungan Peserta Jadi Prioritas Pemagangan Luar Negeri

Wamenaker: Pelindungan Peserta Jadi Prioritas Pemagangan Luar Negeri
dok. Kementan

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta penyelenggara Pemagangan Luar Negeri menempatkan pelindungan peserta sebagai prioritas, mulai dari proses seleksi hingga peserta kembali ke Indonesia.

Afriansyah mengatakan, keberhasilan Pemagangan Luar Negeri tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang diberangkatkan. Kualitas proses, pelindungan peserta, peningkatan kompetensi, serta manfaat setelah kembali ke Indonesia juga menjadi bagian penting.

“Pemagangan memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, menguasai teknologi, serta membangun karakter dan disiplin kerja,” ujar Afriansyah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AP2LN di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ia menyampaikan sejumlah arahan, salah satunya agar penyelenggara menjaga standar mutu sejak seleksi, pelatihan, pembekalan, pemberangkatan, pendampingan selama program, hingga kepulangan peserta.

Pelindungan peserta juga perlu diwujudkan dengan mencegah praktik yang merugikan, memastikan transparansi biaya dan informasi, serta menyediakan mekanisme pengaduan yang efektif.

Selain itu, kompetensi peserta harus sesuai kebutuhan dunia kerja. “Program pemagangan harus memberikan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri,” kata Afriansyah.

Afriansyah juga menekankan pentingnya kesiapan ekosistem Pemagangan Luar Negeri menghadapi transisi dari _Technical Intern Training Program_ menuju _Employment for Skill Development (Ikusei Shuro_).

Menurutnya, AP2LN dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan Pemagangan Luar Negeri yang transparan, berkualitas, serta berorientasi pada pengembangan dan pelindungan peserta.

“Saya percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat membangun sistem Pemagangan Luar Negeri yang semakin berkualitas, aman, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Afriansyah.

Kategori: Nasional