BERITA TERBARU
BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Internasional dengan Argentina, Brasil, Spanyol, dan Bulgaria Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026 Tak Sekadar Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah John Herdman Ungkap Pelajaran dari Kartu Merah Thom Hay Atasi Ketersediaan Air Budidaya Ikan, Tim Ekspedisi Patriot dan Warga Klamono Kolaborasi Salurkan Air Kolam Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam BAZNAS RI dan Pemkab Bima Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan Harga Emas Hari Ini Rebound Tipis Usai Anjlok, Level US$4.100 Jadi Sorotan Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya
INTERNASIONAL

BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Internasional dengan Argentina, Brasil, Spanyol, dan Bulgaria

BPJPH Perkuat Kerja Sama Halal Internasional dengan Argentina, Brasil, Spanyol, dan Bulgaria
dok. bpjph

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat kerja sama halal internasional dengan tiga lembaga halal dari Argentina, Brasil, dan Spanyol, serta menjalin kerja sama kelembagaan dengan Bulgaria melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam situs resmi bpjph.halal.go.id, kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan Recognition Agreement (RA) dengan tiga lembaga halal luar negeri dan MoU dengan The Grand Mufti’s Office of the Republic of Bulgaria. Langkah ini bertujuan memperluas jejaring halal Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem jaminan produk halal di tingkat global.

Tiga lembaga yang menandatangani RA dengan BPJPH yakni The Halal Approval South America S.A. dari Argentina, Halal Approval South America Serviços de Certificação Ltda. dari Brasil, dan Halal Safety Certification S.L. dari Spanyol.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, kerja sama internasional di bidang halal harus didasarkan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, setiap lembaga yang menjadi mitra perlu memiliki kapasitas, sumber daya, serta sistem sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Halal adalah transparansi dan akuntabilitas. Karena itu, kita perlu memastikan lembaga halal yang bekerja sama memiliki keberadaan, sumber daya, dan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Haikal di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).

Haikal menjelaskan, pengakuan terhadap lembaga halal luar negeri tidak hanya berkaitan dengan kesepakatan formal. BPJPH juga perlu memastikan keberadaan kantor, sumber daya manusia, serta mekanisme sertifikasi yang diterapkan oleh setiap lembaga mitra.

Sementara itu, kerja sama dengan Bulgaria diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan dan memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekosistem halal kedua negara.

Haikal menilai industri halal global terus berkembang dan menjadi bagian dari standar perdagangan internasional. Penguatan kerja sama lintas negara pun dinilai penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

“Halal bukan penghenti, bukan hambatan, dan bukan penghalang. Halal adalah kebersamaan dan daya saing,” ujarnya.

BPJPH berharap perluasan kerja sama tersebut dapat meningkatkan keselarasan sistem jaminan produk halal Indonesia dengan ekosistem global sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam perdagangan lintas negara.