BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
INTERNASIONAL

28 Tahun Google! Dari Garasi Menjadi Sahabat Miliaran Manusia

28 Tahun Google! Dari Garasi Menjadi Sahabat Miliaran Manusia
28 Tahun Google (Foto/Unsplash)

Google genap berusia 28 tahun. Perayaan ulang tahun ke-28 ditandai dengan kehadiran Google Doodle khusus bernuansa nostalgia di halaman utama mesin pencari, mengingatkan kembali pada tampilan logo masa-masa awal berdiri. Bermula dari proyek penelitian sederhana bernama “BackRub” di kamar asrama universitas, kini Google telah tumbuh menjadi ekosistem teknologi raksasa yang mencakup pencarian, surat elektronik, peta, video, sistem operasi seluler, hingga kecerdasan buatan digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia setiap harinya.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa doktoral Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Kini perusahaan berada di bawah naungan Alphabet Inc. dengan ribuan karyawan dari berbagai negara yang terus mengembangkan produk demi kemudahan akses informasi seluruh umat manusia.

Google secara resmi berdiri sebagai perusahaan pada 4 September 1998, namun sejak lama merayakan ulang tahunnya setiap 27 September tanggal yang dijadikan momen perayaan ke-28 pada tahun 2026 ini.

Bermula dari ruang tamu yang disewa di sebuah rumah di Menlo Park, California, markas besar kini berada di Mountain View, California. Namun dampaknya terasa di mana saja informasi dari Google diakses dari pelosok desa hingga kota besar, di setiap benua di bumi.

Tujuan awalnya sederhana: mengatur informasi dunia agar mudah diakses dan bermanfaat bagi semua orang. Saat itu internet tumbuh pesat namun tak terstruktur. Kini, 28 tahun berlalu, misi itu tetap sama, meski caranya semakin canggih membantu manusia belajar, bekerja, menemukan arah, dan terhubung tanpa batas.

Dua mahasiswa Stanford mulai mengembangkan algoritma yang mengurutkan halaman web berdasarkan relevansi, bukan sekadar jumlah kata. Modal awal hanya cek sebesar 100.000 dolar AS dan ruang server yang dirakit sendiri dari komponen bekas. Kini, produknya meluas: Gmail, YouTube, Google Maps, Android, hingga kecerdasan buatan Gemini. Meski telah tumbuh sebesar ini, semangat awal tetap dijunjung menyederhanakan hal yang rumit, membuat teknologi dapat dijangkau semua orang.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Google, bahwa kami bermula dari mimpi sederhana menjadikan informasi dunia terbuka dan bermanfaat, dan perjalanan itu masih terus berlanjut. Dari kamar asrama ke layar di genggaman tangan, 28 tahun adalah bukti bahwa mimpi yang dimulai dengan rasa ingin tahu, jika dijaga dengan ketulusan dan kerja keras, dapat mengubah dunia.