BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

BGN dan JICA Kembangkan Pilot Shokuiku untuk Perkaya Pengalaman MBG

BGN dan JICA Kembangkan Pilot Shokuiku untuk Perkaya Pengalaman MBG
dok. BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan shokuiku dalam memperkaya pengalaman Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pendekatan tersebut mengadaptasi pengalaman Jepang dalam mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi dengan penyelenggaraan makan sekolah. Di Jepang, shokuiku dikembangkan sebagai pendidikan pangan dan gizi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis siswa dalam mengenal makanan dan gizi. 

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan pembelajaran dari Jepang dapat menjadi salah satu referensi untuk memperkaya pengalaman siswa dalam pelaksanaan MBG.

“Melalui kerja sama ini, kami melihat bagaimana pendekatan shokuiku dapat memperkaya pengalaman anak dalam mengikuti program makan di sekolah. Jadi, makanan bukan hanya diterima dan dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai pangan, gizi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaannya,” ujar Prima, pada Rabu (23/9).

Dalam rancangan MBG-JICA Pilot, terdapat sejumlah area yang menjadi perhatian untuk dikaji. Di antaranya adalah pengurangan sampah dan sisa makanan, peningkatan proses pengiriman dan penyajian makanan, penguatan keterlibatan siswa dalam kegiatan makan di sekolah, serta pendidikan pangan dan gizi.

Pilot tersebut dirancang melalui dua komponen yang saling melengkapi, yakni Shokkan Trial di tingkat SPPG dan kegiatan Shokuiku di tingkat sekolah. Melalui Shokkan Trial, pembelajaran diarahkan pada pengalaman di tingkat penyediaan layanan makanan, sedangkan Shokuiku Activities di sekolah memberikan ruang untuk memperkuat pengalaman siswa dalam memahami makanan dan gizi.

Menurut Prima, kedua pendekatan tersebut dapat memberikan perspektif yang lebih menyeluruh karena menghubungkan proses penyediaan makanan dengan pengalaman siswa sebagai penerima manfaat.

“Kami ingin melihat keterhubungan antara apa yang terjadi di tingkat SPPG dengan pengalaman anak ketika menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Dari sana, kita dapat mempelajari aspek mana yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi pangan dan gizi,” kata Prima.

Pengembangan MBG-JICA Pilot juga memberikan ruang untuk mengkaji bagaimana penyelenggaraan makan sekolah dapat mendorong keterlibatan siswa. Aspek tersebut mencakup pengalaman siswa dalam kegiatan makan, pemahaman mengenai makanan yang dikonsumsi, serta kesadaran terhadap proses dan orang-orang yang berada di balik penyediaan makanan sekolah.

“Harapannya, pembelajaran dari Jepang dapat menjadi referensi untuk terus mengembangkan MBG sesuai dengan konteks Indonesia. Kita ingin memastikan bahwa pengalaman yang diperoleh siswa melalui MBG juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pangan dan gizi,” tutur Prima.

Melalui kerja sama dengan JICA, BGN terus membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman untuk mendukung pengembangan MBG, baik dari sisi penyelenggaraan layanan maupun penguatan pendidikan pangan dan gizi bagi peserta didik.

Kategori: Nasional