BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru, Integrasi Antarwilayah Harus Diperkuat

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru, Integrasi Antarwilayah Harus Diperkuat
dok. Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Mendagri menilai Sumatera memiliki modal besar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta posisi strategis di jalur perdagangan internasional. 

Ia menyebutkan, Sumatera memiliki 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia dengan wilayah yang luas. Modal tersebut merupakan kunci penting bagi sebuah wilayah untuk dapat maju.

“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan, makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan,” ujar Mendagri.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan sektoral, melainkan mengintegrasikan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara. 

“Yang saya tangkap adalah integrasi regional integrasi ekonomi pembangunan regional,” ujarnya.

Mendagri juga mendorong konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru. Selain itu, kerja sama antardaerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan komoditas dan mengendalikan harga.

“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi harganya tinggi karena suplainya kurang bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya. Dan hampir untuk semua hampir semua pangan di Sumatera ini, hampir semuanya ada,” katanya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. 

“Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.

Mendagri menegaskan, penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, kerja sama antardaerah harus diwujudkan dalam program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat. 

“Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.

Forum tersebut dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh gubernur dan wakil gubernur yang hadir. Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 (Sepuluh) oleh gubernur dan wakil gubernur.