BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
dok. Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap empat komponen utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Keempat komponen tersebut meliputi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor dan impor. Komponen tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat perekonomian.

Mendagri menjelaskan, konsumsi rumah tangga perlu dijaga melalui peningkatan daya beli masyarakat. Pemda, kata dia, perlu memastikan masyarakat memiliki pendapatan yang cukup sehingga mampu melakukan konsumsi dan menggerakkan perekonomian.

“Konsumsi rumah tangga tinggi kalau daya beli masyarakat tinggi, masyarakat bekerja mereka memiliki penghasilan, yang sulit diberikan bantuan,” ujar Mendagri saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Komponen kedua adalah belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, pendapatan daerah yang tinggi perlu diikuti dengan realisasi belanja yang optimal agar uang beredar di masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi sektor swasta.

Komponen ketiga adalah investasi. Pemda perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik penanaman modal, baik dari dalam maupun luar negeri. Investasi yang masuk diharapkan dapat mendorong aktivitas sektor swasta dan menciptakan lapangan kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mempermudah perizinan berusaha.

Komponen keempat adalah sektor perdagangan, yakni meningkatkan ekspor sekaligus mengendalikan impor. Mendagri menekankan pentingnya daerah mengoptimalkan potensi unggulan agar produk yang dihasilkan dapat menembus pasar yang lebih luas.

“Jadi kalau ingin kita mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun daerah empat komponen ini harus dikuasai,” tegasnya.

Selain itu, Mendagri meminta kepala daerah tidak sekadar melihat angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melakukan diagnosis terhadap komponen yang memengaruhinya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2026 terdapat dua provinsi di Sumatera yang pertumbuhan ekonominya menyamai atau melampaui rerata nasional sebesar 5,29 persen, yakni Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen dan Lampung sebesar 5,29 persen.

Karena itu, Mendagri meminta Pemda bersama pihak terkait, seperti BPS dan Bank Indonesia, menganalisis penyebab perbedaan pertumbuhan antardaerah. Jika pertumbuhan suatu daerah lebih rendah, perlu diketahui apakah penyebabnya berasal dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, atau kinerja ekspor.

“Ibarat kita mencari penyakit, mengobati penyakit, kita mencari mendiagnosa dulu masalahnya apa dari empat komponen itu. Setelah kita tahu penyakitnya oh ini masalahnya baru kita melakukan terapi, terapinya melakukan tindakan kebijakan,” jelasnya.