Tak Ada Korban! Video Ban Pesawat Garuda Pecah Saat Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
Jakarta, DARIM.ID – Sebuah video yang merekam momen menegangkan saat ban pesawat Garuda Indonesia pecah saat pendaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi viral di media sosial pada awal September 2026. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran luas, namun pihak maskapai segera memberikan keterangan resmi dan memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat terjamin tanpa ada yang terluka.
Sebuah pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA781 rute Medan–Jakarta mengalami kerusakan pada salah satu ban roda pendarat saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Dalam video yang beredar, terlihat asap kepulan keluar dari bagian sayap pesawat sesaat setelah menyentuh landasan. Setelah diperiksa petugas, diketahui salah satu ban roda utama pecah akibat gesekan kuat dengan permukaan landasan. Pesawat berhasil berhenti dengan selamat di area landasan dan seluruh penumpang dievakuasi melalui tangga darurat. Tidak ada penumpang maupun kru yang mengalami luka-luka dalam insiden ini.
Pesawat yang mengalami insiden adalah milik maskapai kebanggaan negara Garuda Indonesia. Di dalam pesawat terdapat penumpang dan awak pesawat yang dalam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pengelola bandara, petugas keselamatan penerbangan, serta pihak berwenang terkait segera turun mengevakuasi dan memeriksa kondisi pesawat serta penyebab terjadinya pecahnya ban tersebut.
Kejadian berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 19.40 WIB, saat pesawat mendarat di Landasan Pacu 25L, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kabupaten Tangerang, Banten. Video yang merekam momen tersebut mulai menyebar luas di media sosial pada malam yang sama dan menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen serta masyarakat luas.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan tim teknis Garuda Indonesia, diduga kuat ban pesawat pecah karena tergelincir akibat permukaan landasan yang masih basah sisa hujan, sehingga terjadi gesekan yang tidak sempurna dan memicu tekanan berlebih pada ban. Pihak maskapai menegaskan bahwa kondisi cuaca hujan saat pendaratan menjadi faktor utama penyebab pecahnya ban, bukan karena kelalaian perawatan atau kerusakan komponen pesawat. Penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlewat.
Pihak Garuda Indonesia segera merespons dengan menurunkan tim evakuasi dan memberikan pernyataan resmi agar masyarakat tidak panik. Mengutip dari Kompas.com, Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia, Ade R Susardi, menyampaikan terkait kronologi kejadian.
“Pesawat mendarat sesuai prosedur operasi standar. Saat pesawat berhenti di landasan pacu, ditemukan kerusakan pada salah satu ban roda utama. Seluruh penumpang dan awak pesawat dievakuasi dengan aman melalui tangga darurat dan tidak ada yang terluka,” ucap Ade R Susardi saat menjelaskan kejadian tersebut.
Penumpang yang berada di dalam pesawat juga menyampaikan bahwa meskipun sempat terasa guncangan dan tercium bau karet terbakar, kru pesawat tetap tenang dan memberikan arahan yang jelas sehingga penumpang dapat keluar dengan tertib dan aman.
Insiden pecahnya ban pesawat Garuda Indonesia ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan selalu dijaga ketat oleh seluruh pihak terkait. Meskipun sempat menegangkan, berkat kesiapan kru dan prosedur yang berjalan baik, tidak ada korban jiwa maupun luka.


