Pesawat Amazon Boeing 767 Jatuh di Amerika Serikat, Seluruh Awak Pesawat Selamat
Sebuah pesawat kargo jenis Boeing 767-300F milik maskapai penyedia layanan pengiriman Amazon tergelincir keluar landasan pacu dan terbakar saat hendak mendarat di Bandara Internasional Tulsa, negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat. Pesawat tersebut membawa muatan paket-paket pengiriman dan mengalami kecelakaan tepat saat roda menyentuh landasan. Kebakaran sempat berkobar di bagian sayap dan badan pesawat, namun petugas pemadam berhasil menguasai api dalam waktu singkat.
Pesawat tersebut dioperasikan oleh maskapai Air Transport International (ATI) atas nama Amazon Air. Di dalam pesawat hanya terdapat tiga orang awak: dua pilot dan satu awak pesawat lainnya. Ketiganya berhasil menyelamatkan diri dan keluar dengan luka ringan, langsung dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan di luar area bandara.
Kecelakaan terjadi pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 07.45 waktu setempat atau pukul 19.45 WIB. Pesawat baru saja menyelesaikan penerbangan dari Bandara Internasional Cincinnati/Northern Kentucky dan dalam proses pendaratan rutin saat insiden terjadi.
Peristiwa berlangsung di Bandara Internasional Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat. Pesawat tergelincir dari ujung landasan pacu nomor 18L dan terbakar di area rumput tak jauh dari jalur pendaratan. Operasional bandara sempat dihentikan sementara dan dialihkan ke landasan lain hingga lokasi aman dan puing-puing berhasil dibersihkan.
Penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan secara resmi. Namun, laporan awal menyebutkan kondisi cuaca buruk dengan hujan lebat dan angin kencang sedang melanda wilayah Tulsa pada saat pendaratan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan pesawat kehilangan keseimbangan atau sistem pengereman tidak berfungsi optimal saat menyentuh landasan yang licin. Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) telah turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab secara mendalam.
Pesawat melakukan pendekatan pendaratan dalam kondisi cuaca yang sulit. Begitu roda utama menyentuh landasan, pesawat tiba-tiba melenceng ke samping, melewati batas landasan, lalu tergelincir ke area rumput dan terbakar. Awak pesawat segera melakukan evakuasi mandiri sebelum api merambat lebih luas. Petugas pemadam kebakaran bandara tiba secepatnya dan memadamkan api agar tidak meluas ke tangki bahan bakar. Perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit telah diamankan tim penyelidik untuk dianalisis guna mengetahui kronologi secara rinci.
Mengutip dari CBS News, juru bicara NTSB memberikan keterangannya. “Kami sedang memeriksa semua aspek mulai dari kondisi cuaca, kinerja pesawat, hingga prosedur yang dijalankan awak saat pendaratan,” ungkapnya saat diwawancara media.
Kecelakaan ini kembali menyadarkan betapa tingginya risiko penerbangan kargo meskipun dengan pesawat andal seperti Boeing 767. Hasil penyelidikan diharapkan segera terungkap agar langkah pencegahan dapat dilakukan demi keselamatan penerbangan ke depannya.


