BERITA TERBARU
Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI
DAERAH

Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok

Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok
dok. Kemendag

Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka pasar murah di Lapangan BaleKITA, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (5/11). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB ini menghadirkan berbagai barang kebutuhan pokok (bapok) dengan harga sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA). Pasar murah tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Mendag Busan ke Mataram.

“Melalui pasar murah, masyarakat dapat memperoleh bapok dengan harga sesuai atau di bawah HET dan HA. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan masyarakat mendapat akses bapok dengan harga terjangkau,” ujar Mendag Busan.

Pasar murah tersebut melibatkan sekitar 20 pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha binaan Bank Indonesia dan dinas terkait hingga badan usaha milik negara (BUMN) seperti BULOG dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Sementara itu, ritel modern yang berpartisipasi dalam pasar murah kali ini, antara lain, Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lotte Mart, dan Ruby Swalayan.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga menarik. Bulog NTB menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp58.000 per 5 kg atau setara Rp11.600/kg, beras premium Rp74.500 per 5 kg, MINYAKITA Rp15.500/liter, serta gula pasir Rp17.500/kg. Sementara itu, pelaku usaha binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi NTB menjual cabai rawit merah seharga Rp35.000/kg, bawang merah Rp22.000/kg, dan bawang putih Rp26.000/kg.

“Pemerintah terus mendorong agar pasokan bapok tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pelaku usaha, ritel modern, dan BUMN harus terus dijalankan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan bapok,” kata Mendag Busan.

Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Muhasila, salah satu warga yang hadir, mengaku terbantu dengan harga bapok di pasar murah. Ia berharap pasar murah dapat rutin dilaksanakan agar masyarakat, khususnya yang berpenghasilan terbatas, dapat memperoleh bapok dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, harganya terjangkau sekali. Harapannya, pasar murah ini tetap ada, kalau bisa setiap bulan atau dua minggu sekali. Kami berharap, harga bapok bisa tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat yang penghasilannya tidak banyak. Harga minyak goreng juga kami harapkan bisa lebih murah,” ujar Muhasila.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri. Sementara itu, hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Isu Karim dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah stan peserta pasar murah.

Selain menyediakan bapok dengan harga terjangkau, pasar murah kali ini menghadirkan layanan cek kesehatan gratis, perpustakaan keliling, dan Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan. Setelah membuka pasar murah, Mendag Busan melanjutkan kegiatan dengan menghadiri Bincang UMKM di Gedung BaleKITA. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mendorong pengembangan usaha dan memperbesar peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).