BERITA TERBARU
Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak Mitra Dapur MBG Keluhkan Perubahan Kebijakan BGN, Minta Kepastian Pembiayaan Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu Kurangi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Perbaiki Sistem Pompa Bendung Bawah Tanah Bribin II Gunungkidul Indonesia Rampungkan Partisipasi di ADIPEC 2026 dengan Semangat Percepatan Pengembangan Hulu Migas Nasional
DAERAH

Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru

Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru
dok. Kemendag

Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan barang kebutuhan pokok (bapok) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkendali jelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Ia menyampaikan hal tersebut dalam pantauannya ke Pasar Kebon Roek, Mataram, NTB hari ini, Kamis, (5/11). Pantauan ke pasar rakyat menjadi langkah persiapan Kementerian Perdagangan untuk menghadapi momen Nataru.

Mendag Busan mengatakan, sebagian besar bapok di Pasar Kebon Roek dijual di bawah Harga Acuan(HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antara cukupnya pasokan berbagai komoditas, ia menyoroti peran surplus pasokan cabai dan telur ayam di Mataram dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Secara umum, harga cukup bagus. Beberapa bahkan dijual di bawah harga acuan, seperti cabairawit yang dijual Rp40.000/kg sementara harga acuannya Rp57.000/kg, serta telur dan berbagai komoditas lainnya. Semua terkendali, pasokannya juga cukup. Pemerintah akan terus hadir dan memantau agar pasokan tetap terjamin dan harga bapok tetap terkendali,” ujar Mendag Busan.

Menurut Mendag Busan, surplus cabai dan telur di Kota Mataram dapat dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan di daerah lain dengan keterbatasan pasokan sebagai upaya pengendalian harga. Langkah menjaga keseimbangan pasokan dan harga antardaerah ini telah dilakukan melalui fasilitasi pengiriman tujuh ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara pada 30 Oktober 2026.

“Kemendag telah mengirim tujuh ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Untuk selanjutnya, kami upayakan daerah-daerah surplus cabai dapat membantu memasok daerah lain yang membutuhkan, terutama di daerah dengan harga cabai lebih tinggi. Upaya ini akan kami koordinasikan bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah,” jelas Mendag Busan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah komoditas bapok di Pasar Roek berada di bawah kisaran HET dan HA. Beberapa di antaranya, yakni beras medium Rp13.000/kg (HET Rp13.500/kg), beras SPHP Bulog dijual Rp12.000/kg, (HET Rp12.500/kg), telur ayam ras Rp26.200/kg (HA: Rp30.000/kg), bawang merah Rp26.000/kg (HA: Rp36.500–Rp41.500/kg), bawang putih Rp28.000/kg (HA: Rp38.000/kg), cabai merah keriting Rp40.000/kg (HA: Rp37.000–Rp55.000/kg), cabai rawit merah Rp40.000/kg (HA: Rp40.000–Rp57.000/kg), cabai merah besar Rp25.000/kg, dan tepung terigu Rp15.000/kg.

Hasil pantauan juga menunjukkan MINYAKITA Rp15.700/liter atau sesuai HET, minyak goreng curah Rp17.600/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp25.000/liter. Selain itu, beras premium tercatat Rp15.000/kg, gula pasir Rp18.500/kg, dan harga daging sapi Rp150.000/kg.

Pedagang bapok di Pasar Kebon Roek, Hairiyah, menyampaikan, harga dan distribusi bapok di pasar tersebut berlangsung normal, terutama untuk cabai dan berbagai kebutuhan masyarakat. Ia berharap, stabilitas harga dapat terus terjaga hingga Ramadan tahun depan. “Sekarang harga berbagai jenis cabai, ayam, dan bapok lainnya normal, distribusinya juga lancar. Harapannya, sampai puasa nanti harga tetap stabil dan tidak ada kenaikan,” ujar Hairiyah.

Pantau Harga Harian

Tinjauan Mendag Busan jelang Nataru sekaligus menjadi upaya menyinergikan stabilisasi harga dan pasokan bapok. Ia pun menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bapok melalui pemantauan harga dan penguatan koordinasi antardaerah. “Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, para distributor, dan produsen yang terus bersama-sama 
pemerintah menjaga pasokan terutama menjelang Nataru,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menjelaskan, Kemendag terus memantau perkembangan harga bapok harian melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini menjadi rujukan pemerintah untuk mengidentifikasi daerah dengan fluktuasi harga sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami menggunakan SP2KP untuk memantau harga bapok setiap hari. Dengan demikian, kita dapat mengetahui daerah mana yang harganya sedang tinggi dan daerah mana yang harganya lebih rendah. Perkembangan harga ini terus kami pantau agar langkah pengendalian yang diperlukan bisa segera dilakukan,” pungkas Mendag Busan.