BERITA TERBARU
6 Cara Mengosongkan Storage iPhone yang Penuh agar Kinerja HP Kembali Optimal Trump Klaim AS Bisa Jadi Penguasa Iran, Sebut Kuasai Selat Hormuz Tumbuh Bersama Klasterku Hidupku, Komoditas Alpukat Angkat Taraf Hidup Petani di Kecamatan Sumberejo Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Shin Tae Yong Bongkar Taktik Persija Atasi Rumput JIS saat Kalahkan Persebaya Keanu Reeves Kembali Jadi John Wick, Kali Ini dalam Film Prekuel Animasi Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu Omoda & Jaecoo Buka Dealer ke-45 di Pancoran, Jakarta Selatan
SPORT

Lille Kalah dari Galatasaray, Davide Ancelotti Soroti Kesalahan Fatal Tim

Lille Kalah dari Galatasaray, Davide Ancelotti Soroti Kesalahan Fatal Tim

Pelatih Lille, Davide Ancelotti, menyoroti performa timnya setelah kalah 2-4 dari Galatasaray pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu (21/10) malam waktu setempat. Kekalahan di Stadion Pierre Mauroy tersebut menjadi hasil negatif ketiga secara beruntun bagi Lille di kompetisi Eropa itu.

Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Calvin Verdonk. Bek Timnas Indonesia tersebut mencatatkan diri sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil sebagai starter di Liga Champions bersama klub Prancis tersebut.

Lille sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah Soriba Diaoune mencetak dua gol yang membawa tuan rumah unggul 2-1 sebelum turun minum. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan setelah Galatasaray bangkit dan mencetak tiga gol tambahan.

Dikutip dari Le Petit Lillois, Davide Ancelotti mengakui penampilan Lille belum cukup untuk bersaing di Liga Champions. Ia meminta para pemain segera memperbaiki performa agar peluang melangkah lebih jauh tetap terjaga.

“Menurut saya, apa yang kami lakukan di Liga Champions belum cukup. Jadi, kami harus segera mengubahnya jika ingin memiliki peluang,” ujar Ancelotti.

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti kesalahan yang berulang pada momen-momen krusial. Lille dinilai belum mampu menjaga konsentrasi, terutama saat menghadapi situasi bola mati dan pergantian babak.

“Kami kebobolan pada momen-momen yang sangat sulit, di awal pertandingan, akhir babak pertama, dan awal babak kedua. Ini bukan pertama kalinya. Kami harus memperbaikinya dengan cepat agar hal ini tidak menjadi kebiasaan,” katanya.

Ancelotti menegaskan persoalan Lille bukan terletak pada tingginya level persaingan Liga Champions. Menurutnya, kesalahan kecil dapat berakibat fatal ketika menghadapi tim dengan kualitas individu dan kolektivitas seperti Galatasaray.

Ia turut mengkritik kegagalan Lille mempertahankan permainan kolektif setelah kebobolan dua gol pada babak kedua. Para pemain dinilai kehilangan koordinasi dan terlalu mengandalkan permainan individu sehingga kesulitan menciptakan peluang.

Dengan lima pertandingan tersisa di fase liga, Lille masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisinya. Ancelotti meminta timnya segera mengumpulkan poin dan menjaga konsistensi permainan.

“Kami harus tetap kompetitif sampai akhir dan tidak pernah menyerah. Kami harus tetap berada dalam pertandingan dan mengelola momen-momen dengan baik, karena di sini tidak ada ampun,” tegasnya.