BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TREN

KKB Sandera 9 Wanita di Mimika. Ada Siswi SD dan Ibu Hamil Hingga Satu Warga Tewas

KKB Sandera 9 Wanita di Mimika. Ada Siswi SD dan Ibu Hamil Hingga Satu Warga Tewas
dok. Capt: KKB Sandera 9 Wanita di Mimika (Foto/Pinterest)

Kabar memilukan datang dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah membawa paksa dan menyandera sembilan warga sipil perempuan dari Kampung Pasir Putih. Peristiwa ini mengguncang hati masyarakat Indonesia dan memicu kemarahan luas karena sebagian korban adalah anak-anak sekolah dan seorang remaja yang sedang hamil muda.

Sekelompok bersenjata masuk ke pemukiman warga dan membawa paksa sembilan perempuan ke dalam kawasan hutan belantara. Para korban terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku SD, remaja perempuan, serta seorang ibu muda yang sedang hamil. Dua warga lain yang berusaha mencegah penyanderaan mengalami kekerasan berat, yaitu satu tewas ditembak, dan satu lagi dibuang ke jurang. Hingga kini, keberadaan dan kondisi kesembilan sandera belum diketahui secara pasti.

Pelaku diduga adalah anggota KKB kelompok Kodap III Ndugama yang berjumlah sekitar 15 orang bersenjata lengkap. Sembilan korban adalah warga sipil biasa atau warga kampung yang sedang beraktivitas di tempat tinggal mereka. Aparat TNI dan Polri telah membentuk tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Satgas Damai Cartenz untuk melakukan pencarian dan pembebasan.

Peristiwa berlangsung di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penyanderaan terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 13.40 WIT. Wilayah itu berupa hutan lebat dan medan sulit, sehingga proses pencarian berjalan lambat.

KKB diduga masuk ke kampung dengan menyusuri sungai, menyerang pos keamanan, lalu membawa warga sebagai sandera. Diduga aksi ini menjadi bentuk tekanan kepada pemerintah dan aparat keamanan agar menarik pasukan dari wilayah tersebut. Medan yang sulit dijangkau selama ini memang menjadi kelemahan pengawasan keamanan di wilayah itu.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Polres Mimika segera mengerahkan personel dan meminta bantuan Brimob untuk memperkuat pengamanan sekaligus melakukan pengejaran. TNI juga mengerahkan pasukan tambahan. Namun, demi keselamatan para sandera, operasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengutamakan pendekatan persuasif. Pemerintah daerah juga mengirim bantuan pangan karena warga takut keluar rumah ke kebun.

Mengutip dari Liputan6, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Teuku Jozanda mengungkapkan terkait kasus tersebut. “Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki. Sungguh tindakan biadab yang tidak punya hati nurani, menyakiti ibu dan anak-anak yang tak berdaya,” ujarnya dalam wawancara bersama wartawan di Timika.

Hingga kini, tim pencarian terus bergerak menyusuri jalur yang diperkirakan dilalui KKB. Seluruh rakyat Indonesia berdoa agar sembilan sandera segera ditemukan dan dipulangkan ke keluarga dalam keadaan selamat. Tindakan kejam ini mengingatkan kita bahwa warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, harus selalu terlindungi dari segala bentuk kekerasan.