BERITA TERBARU
Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara Tantangan Belajar Agama di Era Digital Israel Cabut Status Diplomatik Diplomat Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas
TRAVEL

CFD Jakarta Diusulkan Digelar Sabtu–Minggu, Warga Harap Ruang Publik Semakin Luas

CFD Jakarta Diusulkan Digelar Sabtu–Minggu, Warga Harap Ruang Publik Semakin Luas
dok. capt: CFD Jakarta Diusulkan Digelar Sabtu–Minggu (Foto/Pinterest)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji usulan untuk mengubah jadwal Car Free Day (CFD) yang semula hanya berlangsung pada hari Minggu pagi, menjadi digelar dua hari setiap akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Tujuannya agar semakin banyak warga yang memiliki kesempatan berolahraga, bersantai, dan menikmati ruang terbuka bebas polusi udara di sepanjang Jalan Sudirman–Thamrin tanpa terburu-buru. Jika disetujui, kawasan utama bisnis Jakarta itu akan tertutup kendaraan bermotor setiap akhir pekan secara berkelanjutan.

Usulan ini disampaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan CFD yang berjalan selama ini. Usulan kemudian dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI serta melibatkan masukan dari masyarakat luas, pengusaha perkantoran, hingga pengelola transportasi umum.

Usulan perubahan jadwal CFD dari satu hari menjadi dua hari ini mulai dibahas secara resmi pada awal September 2026. Jika kajian dinilai layak dan mendapat dukungan mayoritas, pelaksanaan perdana CFD Sabtu–Minggu dijadwalkan akan mulai berlaku pada bulan Oktober 2026.

Penutupan jalan tetap berlaku di koridor utama Jalan Sudirman–Thamrin, dari Bundaran HI hingga Patung Pemuda Membangun Senayan. Pengaturan lalu lintas dialihkan ke jalan-jalan penghubung dan jalur alternatif yang telah disiapkan petugas.

Usulan ini muncul sebagai tanggapan atas tingginya antusiasme warga Jakarta yang setiap Minggu memadati koridor Sudirman–Thamrin. Seringkali terasa terlalu padat dan sempit. Dengan digelarnya dua hari berturut-turut, diharapkan kepadatan dapat berkurang, pembagian ruang menjadi lebih nyaman, serta memberikan kesempatan bagi warga yang bekerja pada hari Minggu untuk tetap bisa menikmati suasana bebas asap pada hari Sabtu. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara dan memperkuat keberadaan ruang publik terbuka di jantung ibu kota.

Mekanisme pelaksanaannya direncanakan tetap sama seperti CFD hari Minggu, yaitu penutupan jalan dilakukan mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB pada hari Sabtu dan Minggu. Jalur Transjakarta tetap beroperasi seperti biasa. Namun untuk mengantisipasi kemacetan di jalan-jalan alternatif, pihak Dinas Perhubungan akan menambah jumlah petugas pengatur lalu lintas serta memperbanyak pilihan moda transportasi umum agar warga yang melintas tetap terbantu. Setelah masa uji coba berjalan beberapa waktu, pemerintah akan mengevaluasi dampak lalu lintas dan kenyamanan warga sebelum menetapkannya secara permanen.

Mengutip dari Berita Jakarta, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memberikan pernyataannya. “Dengan digelarnya dua hari, warga yang beraktivitas pada hari Minggu tetap bisa menikmati ruang bebas kendaraan pada hari Sabtu,” ungkapnya saat menjelaskan kepada media.

Jika usulan ini disetujui, maka Jakarta akan memiliki dua hari penuh setiap minggunya di mana jantung kota kembali menjadi milik warga sebagai tempat bernapas segar, bergerak bebas, dan bersatu tanpa dikejar waktu.