BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TRAVEL

Cathay Pacific Resmi Batalkan Seluruh Penerbangan ke Dubai, Ini Alasannya

Cathay Pacific Resmi Batalkan Seluruh Penerbangan ke Dubai, Ini Alasannya
dok. capt: Cathay Pacific Resmi Batalkan Seluruh Penerbangan ke Dubai (Foto/Pinterest)

Maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific, secara resmi mengumumkan pembatalan seluruh rute penerbangan dari Hong Kong menuju Dubai, Uni Emirat Arab.

Keputusan ini berarti layanan penerbangan langsung antara Bandar Udara Internasional Hong Kong dan Bandar Udara Internasional Dubai akan berhenti beroperasi sepenuhnya, menyusul evaluasi menyeluruh yang dilakukan maskapai terhadap kelayakan rute tersebut.

Kebijakan ini diambil sepenuhnya oleh manajemen Cathay Pacific, menyusul penurunan jumlah penumpang dan tingginya biaya operasional di rute tersebut.

Dampak pembatalan ini langsung dirasakan oleh para penumpang yang telah memesan tiket untuk perjalanan ke depan, serta calon penumpang yang berencana bepergian ke kawasan Timur Tengah melalui rute tersebut. Maskapai menyatakan akan memberikan opsi pengembalian dana penuh atau pengalihan penerbangan melalui bandara lain kepada para penumpang yang terdampak.

Pengumuman resmi pembatalan rute disampaikan oleh pihak Cathay Pacific pada awal September 2026. Pembatalan berlaku efektif secara bertahap, dengan penerbangan terakhir yang masih beroperasi hingga akhir September 2026. Mulai bulan Oktober 2026, rute Hong Kong–Dubai resmi tidak lagi dilayani oleh maskapai tersebut.

Keputusan ini berlaku untuk seluruh penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Hong Kong menuju Bandar Udara Internasional Dubai. Seluruh rute yang tercatat dalam jadwal penerbangan ke depan dibatalkan, dan tidak ada lagi jadwal penerbangan langsung yang tersedia antara kedua kota tersebut.

Cathay Pacific menjelaskan bahwa pembatalan ini didasarkan pada pertimbangan kelayakan ekonomi dan permintaan pasar yang terus menurun. Jumlah penumpang di rute tersebut dinilai tidak cukup untuk menutupi biaya operasional yang semakin meningkat.

Selain itu, persaingan yang ketat dengan maskapai asal Timur Tengah yang memiliki basis operasi di kawasan tersebut juga menjadi alasan utama, sehingga maskapai memutuskan untuk mengalihkan pesawat dan sumber daya ke rute lain yang dinilai lebih potensial dan menguntungkan.

Maskapai akan mengirimkan pemberitahuan pembatalan secara bertahap kepada seluruh penumpang yang telah memesan tiket. Para penumpang diberi tiga pilihan: pengembalian dana penuh tanpa biaya pembatalan, perubahan jadwal penerbangan tanpa biaya tambahan, atau pengalihan rute melalui bandara penghubung lain seperti Doha atau Abu Dhabi dengan maskapai mitra.

Pihak maskapai juga membuka jalur layanan pelanggan khusus untuk membantu penumpang menyelesaikan perubahan rencana perjalanan mereka.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, perwakilan Cathay Pacific memberikan pernyataannya. “Kami terus meninjau jaringan rute kami dan memutuskan untuk menghentikan layanan ke Dubai agar dapat mengalokasikan sumber daya ke pasar yang memiliki permintaan lebih kuat dan prospek pertumbuhan yang lebih baik,” ungkap perwakilan Cathay Pacific saat diwawancara media.

Dengan berhentinya layanan ini, penumpang yang ingin bepergian dari Hong Kong ke Dubai harus mencari alternatif melalui maskapai lain atau melakukan perjalanan dengan transit di bandara penghubung.

Meski demikian, Cathay Pacific menegaskan tetap berkomitmen melayani kawasan Timur Tengah melalui kerja sama dengan maskapai mitra.