BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
SPORT

Salah Baca Papan Skor, Keputusan Pelatih Jets Langsung Hancurkan Peluang Menang

Salah Baca Papan Skor, Keputusan Pelatih Jets Langsung Hancurkan Peluang Menang
Keputusan Pelatih Jets Langsung Hancurkan Peluang Menang (Foto/Unsplash)

Dalam pertandingan pembuka musim reguler NFL 2026, pelatih kepala New York Jets mengambil keputusan yang langsung disorot tajam oleh pengamat dan penggemar memilih melakukan tendangan ganda pada situasi yang sama sekali tidak tepat, saat tertinggal tipis di menit-menit akhir. Alih-alih mengejar poin melalui percobaan gol lapangan atau mengandalkan serangan timnya, keputusan itu justru mematikan peluang bangkit dan memastikan kekalahan tim. Momen itu langsung dijuluki sebagai keputusan paling keliru dan terbodoh sepanjang musim ini.

Keputusan kontroversial itu diambil langsung oleh pelatih kepala New York Jets, yang memimpin tim melawan lawan tangguh di ajang Liga Sepak Bola Amerika Serikat. Pemain dan staf pelatih terlihat bingung saat instruksi disampaikan, namun tetap melaksanakannya.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 September 2026, di pertandingan pembuka musim reguler NFL 2026. Situasi kritis muncul pada sisa waktu kurang dari dua menit di kuarter keempat. Pertandingan berlangsung di stadion kandang New York Jets, MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati tribun.

Pelatih kemudian mengaku telah salah membaca papan skor dan salah menilai selisih poin. Ia mengira timnya masih unggul, padahal sebenarnya tertinggal satu poin. Kesalahan pemahaman ini membuatnya memilih strategi pengamanan yang seharusnya dilakukan jika berada di posisi terdepan, bukan tertinggal. Faktor kelelahan, tekanan tinggi, serta kurangnya komunikasi antar staf pelatih disebut memperburuk situasi.

Dengan sisa waktu kurang dari dua menit dan berada di garis tengah lapangan, Jets seharusnya melanjutkan serangan atau menyiapkan tendangan gol lapangan untuk unggul. Namun pelatih justru memberi perintah melakukan tendangan ganda, langkah yang hanya masuk akal jika tim sudah unggul dan ingin memastikan keamanan. Keputusan itu membuat tim kehilangan penguasaan bola, pertandingan berakhir, dan kekalahan tak terelakkan. Penggemar langsung melontarkan kecaman, sementara pengamat menyebutnya sebagai pelajaran mahal tentang pentingnya ketelitian di bawah tekanan.

Pelatih kepala New York Jets memberikan keterangannya.”Itu adalah kesalahan murni dari pihak saya, saya salah membaca situasi dan sepenuhnya bertanggung jawab atas kekalahan ini,” ungkap Pelatih kepala New York Jets seperti dilansir dari siaran berita resmi di laman NFL.com, Senin (21/9/2026).

Kekalahan itu tak akan terhapus begitu saja dari ingatan para penggemar. Namun semoga momen memalukan ini menjadi pelajaran berharga: di olahraga maupun kehidupan, keputusan yang terburu-buru tanpa ketelitian bisa mengubah kemenangan yang sudah di depan mata menjadi penyesalan yang tak bisa diulang.