BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
NASIONAL

Wamen ATR/BPN Libatkan Tim Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Tanah untuk Percepat Program Trans Tuntas

Wamen ATR/BPN Libatkan Tim Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Tanah untuk Percepat Program Trans Tuntas
dok. Kementrian Transmigrasi

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dalam upaya mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi. Melalui pendataan yang dilakukan para peserta TEP di lapangan, pemerintah berharap berbagai persoalan kepemilikan, penguasaan, dan legalitas tanah transmigran dapat diidentifikasi lebih cepat sebagai bahan percepatan Program Trans Tuntas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan saat memberikan pembekalan kepada 1.476 anggota Tim Ekspedisi Patriot 2026 pada kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Wamen Ossy, transformasi transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengelolaan sumber daya yang lebih adil dan berkelanjutan. Karena itu, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi tersebut.

“Jangan kaget apabila nanti di kawasan transmigrasi masih ditemukan berbagai persoalan kepemilikan, penguasaan, maupun legalitas tanah transmigran. Kami berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat mendata persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan kantor-kantor pertanahan di daerah sehingga menjadi bagian dari upaya penyelesaiannya,” kata Ossy.

Ia menjelaskan, persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi memiliki karakteristik yang kompleks karena dipengaruhi riwayat penguasaan tanah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Oleh sebab itu, data yang dihimpun Tim Ekspedisi Patriot di lapangan akan menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan langkah penyelesaian yang tepat.

Wamen Ossy menegaskan, Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi melalui Program Trans Tuntas untuk menyelesaikan berbagai persoalan legalitas lahan transmigrasi, termasuk penyelesaian konflik dan tumpang tindih lahan serta penguatan Reforma Agraria.

“Semua persoalan pasti memiliki solusi apabila kita bersama-sama mencari jalan keluarnya. Program Trans Tuntas menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk memperbaiki legalitas tanah transmigran secara bertahap,” ujarnya.

Selain mendukung penyelesaian persoalan pertanahan, Tim Ekspedisi Patriot juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset yang aplikatif. Menurut Wamen Ossy, hasil pengamatan Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi masukan dalam penyusunan tata ruang kawasan, termasuk penyempurnaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menjadi dasar kemudahan investasi dan pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi.

“Adik-adik mahasiswa-mahasiswi nanti tentunya akan merambah masuk ke dalam kawasan-kawasan tersebut, akan dapat memberikan masukan-masukan yang sangat baik terkait dengan penyempurnaan rencana tata ruang nasional kita maupun sampai dengan rencana detail tata ruang kita di daerah-daerah tersebut,” tutur Wamen Ossy.

Di akhir pembekalannya, Wamen Ossy menitipkan tiga pesan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, yakni membangun empati dan kepercayaan dengan masyarakat transmigran, menghasilkan riset yang mampu memberikan solusi atas persoalan di lapangan, serta meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi yang menjadi lokasi pengabdian.

“Kami berharap adik-adik tidak hanya datang melakukan penelitian, tetapi mampu menghasilkan solusi yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat transmigrasi,” pungkasnya.