BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla
dok. Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Kementan mengirim 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk mendukung upaya pemadaman.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan arahan Presiden Prabowo disampaikan pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti Kementan pada keesokan harinya. Pompa dikirim masing-masing sebanyak 50 unit ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

“Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Malam magrib kami ditelepon beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,” ujar Mentan Amran saat dimintai keterangan wartawan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Mentan Amran menegaskan, pengerahan pompa tersebut merupakan bentuk dukungan cepat pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya dalam kebutuhan pemadaman.

Menurut Mentan Amran, pompa yang dikerahkan tidak hanya memiliki fungsi darurat untuk membantu pemadaman. Setelah penanganan karhutla selesai, peralatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan, termasuk kebutuhan irigasi.

“Iya, pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti setelah insyaallah untuk pemadaman, itu bisa difungsikan juga pekebun dan petani untuk irigasi,” ujar Mentan Amran.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Kementan belum menerima laporan mengenai adanya lahan pertanian yang terdampak langsung karhutla di wilayah tersebut. Meski demikian, Kementan tetap melakukan pengecekan dan menyiapkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendatangi lokasi kebakaran di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Salah satunya mengerahkan mesin pompa untuk mengoptimalkan pemadaman. Selain itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menangani karhutla, mulai dari penyiraman melalui helikopter dengan metode water bombing, optimalisasi pemadaman darat untuk titik-titik api yang sulit dijangkau, peningkatan operasi modifikasi cuaca, serta sinergi berbagai pihak.

Adapun pengerahan pompa menjadi bagian dari dukungan Kementan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Dengan pengerahan peralatan secara cepat, pemerintah memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera diperkuat sekaligus menjaga agar sarana yang dikerahkan tetap memiliki manfaat bagi sektor pertanian setelah kondisi kembali normal.