Kemenkes Pastikan Penanganan Keracunan MBG di Karo Dilakukan Optimal, Siswa FP Dirujuk ke RSCM
Jakarta, DARIM.ID – Kementerian Kesehatan RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa SMA di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Salah satu siswa yang terdampak adalah FP. Kemenkes memastikan seluruh proses penanganan medis FP dilakukan secara optimal dan berjenjang hingga tuntas.
Hal tersebut disampaikan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes dalam rilis resmi, Jumat (11/9/2026).
Ditangani Berjenjang Sejak Awal
Menurut Kemenkes, FP mulai mendapatkan penanganan medis sesaat setelah mengalami keracunan pasca mengonsumsi MBG. Penanganan awal dilakukan di rumah sakit swasta dan RSUD di Kabupaten Karo.
Seiring perkembangan kondisi, FP kemudian dirujuk ke RS Haji Medan untuk perawatan lanjutan. Saat ini, FP menjalani rawat jalan di RSUP Adam Malik Medan.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan FP mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya,” tulis Kemenkes dalam keterangan resmi.
Tim 3 Dokter Spesialis di Adam Malik
Sejak 31 Agustus 2026, di RSUP Adam Malik Medan, FP ditangani langsung oleh tim 3 dokter spesialis. Tim tersebut terdiri dari dokter ahli gastrohepatologi, neurologi, dan kesehatan jiwa.
Untuk mengetahui lebih jauh kondisi saraf, FP juga telah menjalani pemeriksaan EEG (Electroencephalography). Berdasarkan pemantauan terakhir tim medis, kondisi FP saat ini dinyatakan stabil.
Direkomendasikan Rujuk ke RSCM Jakarta
Untuk mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih lengkap dan menentukan penanganan yang lebih komprehensif, tim dokter merekomendasikan FP untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM Jakarta.
Kemenkes menyatakan akan mengawal penuh proses rujukan dari Medan ke Jakarta. “Kementerian Kesehatan akan memastikan proses rujukan berjalan dengan baik dan seluruh kebutuhan pelayanan medis FP terpenuhi,” tegas Kemenkes.
Kemenkes juga berharap seluruh siswa lain yang terdampak keracunan MBG di Karo, termasuk anak FP, dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.


