BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
NASIONAL

Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam

Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam
dok. Humas BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau Mas Dar mengungkapkan dugaan insiden keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) adanya kelalaian proses pengolahan bahan baku ikan.

Berdasarkan investigasi sementara, sebagian ikan tidak disimpan di dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.

“Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” kata Mas Dar saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8).

Dia menilai, kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Dia menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

“Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang,” kecam Mas Dar.

Dia mengatakan BGN akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sebanyak sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.

Di sisi lain, Mas Dar menyebut kondisi salah satu korban yang dirawat di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Namun, pasien masih membutuhkan penanganan intensif.

Dia berharap kondisi korban segera pulih sehingga dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa.

“Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu,” pungkasnya.