BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
NASIONAL

HUT ke-81 RI, Mentan Amran: Negara Harus Hadir untuk Saudara Kita di NTT

HUT ke-81 RI, Mentan Amran: Negara Harus Hadir untuk Saudara Kita di NTT
dok. Biro Komunikasi Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk memastikan negara hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. 

Di tengah peringatan kemerdekaan, Mentan Amran memastikan bantuan senilai Rp75,4 miliar segera disalurkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi, tanpa terhambat proses administratif.

“Hari ini kita juga berduka terhadap saudara-saudara kita yang kena bencana alam di NTT. Kementerian Pertanian mengucapkan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan sehat selalu dan sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Mentan Amran saat sambutan sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8).

Mentan Amran mengatakan Kementerian Pertanian telah bergerak menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Total dukungan yang diberikan mencapai Rp75,4 miliar, termasuk bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.

Menurutnya, dalam situasi darurat, keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas. Karena itu, ia meminta bantuan segera disalurkan dan urusan administrasi diselesaikan menyusul.

“Pertanggungjawabannya nanti, surat menyusul. Karena ini adalah kemanusiaan, ini tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Di tengah suasana keprihatinan tersebut, peringatan 81 tahun kemerdekaan juga menjadi momentum untuk melihat kemajuan sektor pertanian dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Mentan Amran menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menjadi persembahan insan pertanian bagi Republik Indonesia.

Target swasembada pangan yang semula ditetapkan empat tahun, menurut Mentan Amran, berhasil dipercepat hingga dicapai dalam waktu satu tahun.

“Alhamdulillah, kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujarnya.

Mentan Amran menekankan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja satu kementerian maupun individu, melainkan buah kolaborasi besar seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, penyuluh pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pemerintah desa.

“Kado ini bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” katanya.

Capaian swasembada juga berjalan seiring dengan penguatan kesejahteraan petani. Mentan Amran menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Capaian ini menjadi salah satu indikator penting bahwa penguatan produksi pangan juga harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Ini puncak kebahagiaan petani kita. Kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” ujarnya.

Namun, Mentan Amran mengingatkan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan produksi sejumlah komoditas strategis, terutama daging sapi, susu, dan kedelai.

“Kami yakin, kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Mudah-mudahan tiga sampai lima tahun ini bisa menjadi kenyataan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran turut mengapresiasi jajaran Kementan yang bekerja tanpa mengenal hari libur untuk menjalankan berbagai program pertanian.

“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pegawai Kementan atas tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu.

“Negara yang memanggil. Bukan kami secara pribadi, tapi negara memanggil untuk bekerja keras,” ujarnya.