BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
EKONOMI

KUR BNI Jember Angkat Usaha Sapu Ijuk ‘Ken Dedes’ di Semboro Naik Kelas

KUR BNI Jember Angkat Usaha Sapu Ijuk ‘Ken Dedes’ di Semboro Naik Kelas
dok. BNI Jember

Usaha sapu ijuk bermerek Ken Dedes milik Karyati di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, memperoleh dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp200 juta dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Cabang Jember (BNI Jember).

Pembiayaan melalui KUR BNI Jember tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan lokasi usaha sekaligus memperkuat kapasitas bisnis yang dijalankan Karyati bersama suaminya.

Usaha yang berlokasi di Desa Semboro tersebut memproduksi sapu ijuk dan perlengkapan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen pelanggan, mulai dari perkantoran dan instansi, pedagang keliling, hingga masyarakat umum di Jember dan wilayah sekitarnya.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, dukungan BNI Jember terhadap pelaku usaha produktif merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan UMKM sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.

“BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Okki.

Usaha Ken Dedes saat ini melibatkan lima tenaga kerja dalam kegiatan produksi sehari-hari. Proses produksi dilakukan mulai dari pengolahan bahan baku serabut ijuk, pemasangan gagang, pengepresan sesuai ukuran, hingga pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada pelanggan.

Menariknya, kegiatan usaha tersebut juga terhubung dengan rantai pasok dari sejumlah daerah di sekitar Jember. Bahan baku dan komponen produksi antara lain diperoleh dari pemasok di Bondowoso, Lumajang, serta Puger, Jember.

Dengan demikian, aktivitas usaha yang dijalankan Karyati tidak hanya memberikan penghasilan bagi keluarga dan tenaga kerja yang terlibat, tetapi juga turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pemasok dan pedagang dalam rantai usaha sapu ijuk.

Menurut Okki, karakter usaha seperti ini menunjukkan potensi UMKM daerah yang dapat terus berkembang apabila memperoleh dukungan pembiayaan dan akses pasar yang memadai.

“Usaha produktif di daerah memiliki rantai ekonomi yang cukup luas. Ketika kapasitas usahanya meningkat, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh tenaga kerja, pemasok, hingga jaringan penjualan yang terlibat. Karena itu, kami berharap pembiayaan KUR dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan operasionalnya, usaha Ken Dedes telah memiliki fasilitas produksi berupa mesin pembuatan sapu, gudang penyimpanan, serta sarana penyimpanan barang untuk mendukung kegiatan produksi dan distribusi.

BNI Jember terus mendorong agar penyaluran KUR diarahkan kepada usaha produktif yang memiliki prospek serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

“Tidak hanya memperluas akses pembiayaan, BNI juga berkomitmen menjaga kualitas penyaluran KUR dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur. Hal ini dilakukan dengan memastikan KUR disalurkan kepada pelaku usaha yang memenuhi ketentuan dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembiayaan,” tegas Okki.

Selain melalui akses pembiayaan, BNI juga mendorong penguatan UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, serta perluasan akses pasar sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing usaha.

Bagi BNI Jember, penyaluran KUR kepada usaha lokal seperti Ken Dedes menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha produktif di Kabupaten Jember.

BNI berharap semakin banyak pelaku UMKM di Jember memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, membuka kesempatan kerja, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Kategori: Ekonomi