BAZNAS RI dan Bank Indonesia Perkuat Kompetensi Amil melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi
Jakarta, DARIM.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi amil zakat secara daring, Selasa (6/10/2026).
Pelatihan yang diinisiasi Pusdiklat BAZNAS ini diikuti 51 peserta dari 18 lembaga zakat se-Indonesia, mulai dari BAZNAS kabupaten/kota hingga berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Membuka agenda tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. mengatakan zakat adalah pilar penanggulangan kemiskinan yang manfaatnya sangat ditentukan oleh peran amil profesional, sehingga BAZNAS selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas amil secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi untuk memastikan bahwa amil di seluruh pelosok negeri ini tidak hanya semangat berkhidmat, tetapi juga dibekali keahlian, standar integritas, dan kapasitas profesionalisme yang mumpuni,” jelas Zainut Tauhid.
Menurutnya, seluruh rangkaian materi dalam pelatihan ini mencakup 11 unit kompetensi dasar yang dirancang khusus sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk mempersiapkan para amil sebelum melangkah ke tahap uji kompetensi atau sertifikasi di LSP BAZNAS.
“Harapan kami dari pelatihan ini akan lahir amil-amil zakat yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga memiliki dedikasi yang tinggi untuk berkontribusi nyata dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Dr. Rindawati Maulina menegaskan pentingnya ketersediaan SDM amil zakat yang kompeten dan berintegritas untuk mendukung penguatan ekosistem serta inklusivitas keuangan sosial syariah.
“Setelah ini, Bapak/Ibu memiliki sebuah fondasi kekuatan baru untuk membangun tata kelola lembaga yang lebih baru lebih lebih baik lagi gitu untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia.,” tutur Rindawati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pusdiklat BAZNAS RI Sarniti, S.H., M.H., Kepala LSP BAZNAS RI Dr. H. Muhammad Choirin, Lc., M.A., serta jajaran panitia, para pengajar, dan seluruh peserta pelatihan.


