BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade
dok. Pemprov. NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). Baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa M7,7, Gubernur Iqbal segera menuju Sade saat api masih berkobar.

Di lokasi kejadian, Gubernur Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Di tengah suasana kepanikan dan duka, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dalam penanganan musibah tersebut.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.

Kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Sade diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari salah satu bangunan, sebelum kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, bambu, dan atap ilalang membuat kobaran api mudah meluas.

Petugas Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah bersama unsur TNI, Polri, warga, serta bantuan armada dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan untuk mengendalikan api. Hingga tengah malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.

Di tengah upaya pemadaman, pemerintah segera menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Desa Rambitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Gubernur menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.

Untuk langkah selanjutnya, Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. 

Karena itu, kebakaran yang melanda Sade tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga duka bagi Nusa Tenggara Barat.

Di tengah kobaran api dan kepanikan malam itu, kehadiran Gubernur Iqbal membawa pesan bahwa penanganan musibah tidak dapat ditunda. Setelah warga berada dalam kondisi aman dan kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, Sade tidak boleh menghadapi malam musibah ini sendirian. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari abu kebakaran.