Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Jakarta, DARIM.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kawasan sekolah berasrama tersebut menjadi salah satu infrastruktur pendidikan berskala besar di Sulbar yang mampu menampung total 1.680 siswa.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pembangunan SRT merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana yang tertuang dalam Asta Cita.
“Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Dody.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai penyedia jasa.
Memiliki luas lahan sebesar 8,03 hektare dan luas bangunan mencapai 40,958 m3, Sekolah Rakyat Mamuju menjadi lokasi dengan kapasitas terbesar, yakni 1.260 siswa. Sementara Sekolah Rakyat di Polewali Mandar dirancang untuk menampung 420 siswa dengan luas lahan 6,5 hektare dan luas bangunan 8,749 m3.
Yang menarik, pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berfokus pada ruang belajar. Di Mamuju, kawasan sekolah dilengkapi gedung SD, SMP dan SMA. Selain itu tersedia delapan asrama siswa, terdiri dari empat asrama putra dan empat asrama putri.
Fasilitas pendukung lainnya juga cukup lengkap. Ada rumah susun guru, guest house, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, kantin untuk jenjang SD, SMP dan SMA, hingga dapur atau kitchen lab. Kawasan tersebut juga dilengkapi rumah genset atau power house, GWT, tempat pembuangan sementara, gudang perawatan, pos keamanan, lapangan upacara dan dua lapangan basket.
Konsep serupa juga diterapkan di Polewali Mandar. Di lokasi ini dibangun gedung SD, tiga asrama siswa, rumah susun guru, guest house, masjid, kantin, dapur atau kitchen lab, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya, termasuk dua lapangan basket.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sejalan dengan Visi PU 608, khususnya target 0 persen kemiskinan, melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang membuka akses terhadap layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait, Kementerian PU terus menghadirkan infrastruktur Pendidikan yang aman, fungsional, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.


