BERITA TERBARU
Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh Bersama linkumkm by BRI Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi Kemendag Bawa IP Kreatif ke JFC 2026, Potensi Transaksi Capai Rp3,51 Miliar Wamentan Saleh: Pemerintah Siap Dengarkan Dunia Usaha untuk Perkuat Pertanian Menaker: Pemagangan Nasional Perkecil Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan Industri Kemenpar Promosikan Desa Wisata Sebagai Destinasi Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026 Indonesia Resmi Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP Aktris Bollywood Nushrratt Bharuccha Kecelakaan di Bali, Alami Patah Tulang Belakang Pesawat Gagal Mendarat Di Pekanbaru Imbas Kabut Asap Karhutla
EKONOMI

Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi

Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi
dok. Kemendag

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha lokaluntuk memadukan produk kriya dengan teknologi. Menurutnya, kombinasi kearifan lokal danteknologi akan meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia. Langkah strategis ini penting untuk menjawab tuntutan konsumen global terhadap produk kriya agar selalu inovatif sekaligus berkelanjutan.

Mendag Busan menyampaikan hal tersebut saat membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, (7/10). Mendag Busan mendukung tema “Techno Craft” dalam Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs sebagai upaya adaptasi sektor kriya Indonesia dengan perkembanganpasar global.

“Konsumen global kini tidak hanya membeli keindahan visual, tetapi juga menuntut keberlanjutan, ketelusuran bahan baku, dan praktik bisnis yang etis. Pergeseran geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya untuk terus beradaptasi. Internasionalisasi produk kriya Indonesia tidak bisa lagi sekadar mengandalkan narasi eksotisme masa lalu,” ujar Mendag Busan.

Menurut Mendag Busan, kekuatan kriya Indonesia terletak pada kemampuannya mengawinkan akar budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, modernisasi cara berpikir, digitalisasi manajemen rantai pasok, serta penguatan inovasi menjadi langkah penting agar produk kriya Indonesia mampu menguasai pangsa pasar global.

Selain itu, Mendag Busan menggambarkan, produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia di pasar dunia. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar internasional.

Optimisme kekuatan produk kriya Indonesia di pasar global turut didukung kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia yang konsisten berada di atas USD 1 miliar sejak 2022. Pada 2025, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD 1,26 miliar. Sementara itu, pada awal 2026, ekspor telah mencapai USD 821 juta atau tumbuh 6,8 persen. Selain Amerika Serikat dan Eropa sebagai pasar utama, penetrasi produk Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif, antara lain, ke Tailan yang tumbuh 81,8 persen dan Jepang 28,5 persen.

Mendag Busan menegaskan, penguatan ekosistem kriya sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan pada 2026, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Menurutnya, Inacraft menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut sekaligus ruang bagi perajin, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), eksportir, dan wirausaha muda (youthpreneurs) untuk memperluas jejaring serta membuka peluang pasar.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, Mendag Busan mengundang para peserta Inacraft Vol. 5 2026 untuk melanjutkan momentum promosi produk Indonesia melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. TEI tahun ini menargetkan transaksi USD 17,5 miliar dan akan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli potensial dari berbagai negara.

Di pembukaan Inacraft Vol. 5 2026 hari ini, turut hadir Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Pusat, Selvi Gibran Rakabuming; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi; serta Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Di hari pertama pameran, para peserta mulai mendapat pembeli dari luar negeri. Rukaiah, pemilik Svarga Mutiara Lombok yang menjadi peserta pameran, menyebut, ia telah mendapat calon pembeli produk kriya dari Arab Saudi dan Malaysia.

“Saya mengikuti Inacraft Vol. 5 2026 untuk memperluas pasar produk saya ke mancanegara. Saya sudah berkomunikasi dengan calon pembeli dari Arab Saudi dan Malaysia,” kata Rukaiah