BERITA TERBARU
Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun Menteri Perdagangan G20 Tolak Penggunaan Pangan sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan Gubernur Sulsel: Terima Kasih BGN, Telah Memberi Makan Anak-Anak di Wilayah 3T Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Pavilion Wonderful Indonesia di Tourism Expo Japan 2026 Catat Potensi Kunjungan 5.600 Wisatawan Atasi Kekeringan, Kementan Siapkan Sumur Bor untuk Sawah Majalengka Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim Danantara Buka Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang untuk Jabodetabek Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026
INTERNASIONAL

Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun

Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun
dok. Kemendag

Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 113,88 juta atau setara Rp2,03 triliun dalam pameran The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026. Pameran ini terlaksana pada 17—21 September 2026 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning, Tiongkok.

Capaian tersebut berasal dari penandatanganan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 81,1 juta. Cakupannya, antara lain, pengembangan kerja sama satelit, pengembangan dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, tambang dengan pemanfaatan token produk berbasis platform kecerdasan buatan (AI), kerupuk udang, dan kopi beserta pengadaan mesin pengolahnya.

Kemudian, terdapat permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan Crude Palm Oil (CPO) dengan potensi transaksi senilai USD 22,79 juta. Selanjutnya, ada permintaan produk minyak ikan, pangan berbahan ikan, bubuk cokelat, vanili, sarang burung walet, briket, dan minuman cokelat serbuk instan dengan potensi transaksi USD 9,99 juta yang sedang dalam proses negosiasi antara salah satu peserta pameran dan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi potensi transaksi tersebut. Menurutnya, capaian di CAEXPO 2026 merupakan hasil perpaduan promosi produk dengan penjajakan bisnis (business matching), forum bisnis, serta penjajakan kerja sama investasi dan industri.

“Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesisesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang,” ujar Puntodewi menanggapi capaian CAEXPO 2026 secara terpisah.

Di CAEXPO 2026, Indonesia berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan seperti pertemuan bisnis, forum bisnis, dan kunjungan lapangan. Beberapa kegiatan yang diikuti tersebut, yaitu Indonesia Sustainable Free Trade Zone and Industrial Park Forum (Green China Dialogue), China-ASEAN Business Investment Summit (CABIS), Group Meeting with Guangxi Leader, serta kunjungan ke kawasan industri drone dan Pinglu Canal Exhibition.

Paviliun Indonesia pada beberapa area pameran CAEXPO 2026 berhasil menarik lebih dari 98 ribu pengunjung. Pertama, terdapat Paviliun Komoditi Indonesia di Hall D5 seluas lebih dari 2.000 m² yang diisi 51 perusahaan. Selain itu, Indonesia ikut serta pada Paviliun City of Charm di Hall B serta Paviliun Artificial Intelligence (AI) yang diisi empat perusahaan Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shidiq, mengatakan, partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk unggulan nasional. Partisipasi juga ditujukan untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret dengan mitra potensial. 

“Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekspor Indonesia,” pungkas Deden.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, Arianto Surojo, menyatakan, CAEXPO merupakan platform strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar tidak hanya ke Tiongkok tetapi juga ke kawasan ASEAN. Potensi transaksi USD 113,88 juta pun menunjukkan 
kepercayaan pasar global pada kualitas produk Indonesia. “Capaian transaksi dan berbagai penjajakan kerja sama pada tahun ini menunjukkan bahwa produk dan kompetensi perusahaan Indonesia berpeluang semakin besar untuk masuk ke rantai pasok dan pasar regional,” ujar Arianto.

Sementara itu, Kepala Bagian Monitoring dan Evaluasi Sekretariat Dewan Kawasan Free Trade Zone Bintan dan Karimun, Alfisyahar, mengapresiasi penyelenggaraan CAEXPO 2026. “Banyak calon investor potensial serius menjajaki peluang investasi dan kerja sama bisnis. Panitia juga responsif dan sigap memenuhi kebutuhan peserta,” ujar Alfisyahar.

Salah satu peserta pameran, yaitu President Director PT Alfa Citra Sejahtera, Carel Christianto Machmud, menilai antusiasme pengunjung terhadap produk Indonesia sangat tinggi.Perusahaannya pun termasuk salah satu yang berhasil menandatangani MoU dengan buyer CAEXPO 2026. “Sebagai pendatang baru yang diundang Kemendag, kami terkejut melihat antusiasme pengunjung terhadap produk-produk Indonesia yang kami bawa. Kami juga bersyukur dapat menandatangani MoU di CAEXPO dan hingga kini komunikasi dengan mitra masih berlanjut,” kata Carel.

CAEXPO 2026 merupakan pameran dan forum temu bisnis tahunan yang menjadi bagian dari implementasi hasil kesepakatan KTT China–ASEAN ke-7. Pameran ini diikuti negara anggota ASEAN dan Tiongkok sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan. Pada 2026, CAEXPO juga menjadi momentum lima tahun pembentukan China–ASEAN Comprehensive Strategic Partnership dan dimulainya implementasi CAFTA 3.0 Protocol.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Tiongkok

Pada Januari—Juli 2026, total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencapai USD 100,04miliar. Ekspor Indonesia ke Tiongkok adalah USD 41,55 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok adalah USD 58,49 miliar.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencapai USD 154,38miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok adalah USD 66,96 miliar dan impor Indonesia dari Tiongkok USD 87,41 miliar.

Pada 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok, antara lain, besi dan baja; bahan bakar mineral; nikel; lemak dan minyak hewani atau nabati; serta bijih, kerak, dan abu logam. Di sisi lain, impor  Indonesia dari Tiongkok mencakup mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, plastik dan barang dari plastik, serta besi dan baja.