BERITA TERBARU
Menteri Perdagangan G20 Tolak Penggunaan Pangan sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Pavilion Wonderful Indonesia di Tourism Expo Japan 2026 Catat Potensi Kunjungan 5.600 Wisatawan Atasi Kekeringan, Kementan Siapkan Sumur Bor untuk Sawah Majalengka Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim Danantara Buka Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang untuk Jabodetabek Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026 BAZNAS RI Asuransikan Jaminan Sosial bagi 100 Ribu Pemulung, Buruh Tani, Nelayan dan Pedagang Kecil Kepala BGN Sudaryono Ajak Kepala Daerah Terlibat Awasi Dapur MBG Kepala BGN: Peresmian 480 SPPG di Wilayah 3T adalah Langkah Awal
EKONOMI

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, dengan menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih tertata dan modern. Revitalisasi ini diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan dan pariwisata Banyuwangi.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan revitalisasi pasar merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam mendukung penguatan ekonomi daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” katanya.

Pasar Induk Banyuwangi merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan yang berada di kawasan strategis perkotaan, berdekatan dengan sejumlah bangunan bersejarah dan destinasi wisata, seperti Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, serta Taman Kota Sritanjung dan Taman Blambangan.

Melalui revitalisasi tersebut, pasar dirancang dengan pembagian area perdagangan sisi utara dan selatan, dilengkapi gedung pasar, area pasar basah dan kering, akses pedestrian, serta fasilitas parkir. Penataan ini bertujuan mendukung kenyamanan aktivitas jual beli sekaligus memperbaiki keteraturan kawasan perdagangan.

Pasar hasil revitalisasi memiliki kapasitas ruang dagang sebanyak 871 unit kios dan los, yang terdiri dari 184 kios dan 687 los. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan dengan total pedagang sebanyak 657 orang berdasarkan data profil pekerjaan.

Selain ruang perdagangan, pasar juga dilengkapi fasilitas parkir dengan kapasitas 332 kendaraan roda dua. Penataan akses masuk dan keluar kendaraan serta jalur pedestrian turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan pasar.

Program revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Sedangkan pekerjaan fisik dilaksanakan oleh PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak sebesar Rp152 miliar.

Revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi

Tidak hanya pasar, Kementerian PU juga menyelesaikan revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi yang berada dalam satu paket pengembangan kawasan. Bangunan ini ditata dengan sejumlah fasilitas, meliputi gedung pertemuan, gedung hotel, kantor pengelola, klinik, kafe dan galeri, musala, serta museum terbuka.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mendukung pengembangan kawasan bersejarah sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota. Dengan lokasinya yang berdekatan dengan pusat perdagangan dan sejumlah destinasi perkotaan, Asrama Inggrisan memiliki potensi untuk menjadi bagian dari aktivitas wisata dan ekonomi kreatif Banyuwangi.

Melalui revitalisasi kedua fasilitas tersebut, Kementerian PU menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menunjang aktivitas perdagangan, tetapi juga mendukung penataan kawasan perkotaan, pelestarian daya tarik sejarah, dan pengembangan potensi ekonomi lokal Banyuwangi.