BERITA TERBARU
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Pavilion Wonderful Indonesia di Tourism Expo Japan 2026 Catat Potensi Kunjungan 5.600 Wisatawan Atasi Kekeringan, Kementan Siapkan Sumur Bor untuk Sawah Majalengka Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim Danantara Buka Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang untuk Jabodetabek Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026 BAZNAS RI Asuransikan Jaminan Sosial bagi 100 Ribu Pemulung, Buruh Tani, Nelayan dan Pedagang Kecil Kepala BGN Sudaryono Ajak Kepala Daerah Terlibat Awasi Dapur MBG Kepala BGN: Peresmian 480 SPPG di Wilayah 3T adalah Langkah Awal DPR Pastikan Stok Beras Aman, Pasokan Retail hingga Cipinang Tersedia
NASIONAL

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 13 unit pompa untuk pasokan air di enam kabupaten di Jawa Timur. Penanganan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi lapangan pada 30 September–1 Oktober 2026 dan mencakup sekitar 120 hektare lahan pertanian di Jombang, Jember, Tulungagung, Bangkalan, Pamekasan, dan Trenggalek.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menyesuaikan penanganan dengan kondisi setiap lokasi dan ketersediaan sumber air. Selain mengoperasikan pompa, penanganan juga dilakukan melalui pengeboran sumur dangkal untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air yang tersedia.

“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.

Di Kabupaten Jombang telah ditangani sekitar 71 hektare sawah di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito melalui pompanisasi. Lahan tersebut berada pada masa tanam ketiga (MT3) dan tanaman belum memasuki masa panen. Air dipasok dari sumur bor dan pompa dioperasikan hingga 12 jam per hari.

Sementara di Kabupaten Jember, BBWS Brantas membantu pengairan sekitar 4 hektare lahan di Desa Mayangan dan Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, yang ditanami padi dan cabai rawit. Pengairan telah dilakukan dan kondisi lahan relatif aman.

Di Kabupaten Tulungagung, Kementerian PU menangani sekitar 30 hektare lahan di Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo. Lahan telah ditanami dan belum memasuki masa panen. Selain pemompaan, BBWS Brantas berkoordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA) dan kelompok tani serta mengusulkan pembangunan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk memperkuat sumber air.

Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Bangkalan melalui pengeboran sumur dangkal di tiga titik untuk mendukung pengairan sekitar 2 hektare lahan di Desa Kramat. Dua titik telah selesai dikerjakan, sementara satu titik masih dalam penyelesaian.

Di Kabupaten Pamekasan, pompa submersible telah dipasang untuk mendukung pengairan sekitar 3 hektare lahan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo. Pompa telah terpasang dan siap digunakan.

Adapun di Kabupaten Trenggalek, Kementerian PU mengoperasikan pompa Alkon untuk mengairi sekitar 10 hektare sawah di Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Pompa mengambil air dari Sungai Brantas dan direncanakan beroperasi selama tiga bulan untuk mendukung kebutuhan air tanaman padi yang berada pada MT3.

Secara keseluruhan, penanganan di enam lokasi tersebut mencakup sekitar 120 hektare lahan pertanian dengan dukungan 13 unit pompa serta pengeboran sumur dangkal. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi tanaman, ketersediaan sumber air, kebutuhan pengairan, serta kondisi jaringan dan infrastruktur sumber daya air di masing-masing wilayah.

Kementerian PU melalui BBWS Brantas akan terus berkoordinasi dengan HIPA, kelompok tani, dan pemerintah daerah untuk memastikan sarana yang telah dikerahkan dapat dimanfaatkan secara efektif dan mendukung keberlanjutan pengairan selama musim kemarau.