BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TREN

Peringati Hari Kucing Sedunia, Tim Dokter Berikan Informasi Bahaya Obesitas yang Tinggi

Peringati Hari Kucing Sedunia, Tim Dokter Berikan Informasi Bahaya Obesitas yang Tinggi
dok. , ilustrasi hari kucing sedunia pinteres

Jakarta-Setiap tanggal 8 Agustus merupakan Hari Kucing Sedunia dan seringkali diperingati oleh masyarakat, termasuk memberikan penghargaan terhadap hewan yang hidup berdampingan dengan manusia selama kurang lebih 5000 tahun.

Rupanya peringatan ini merupakan suatu momentum dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan kucing dan mendorong praktik perawatan pada hewan kucing. Peringatan hari kucing sedunia rupanya dicetuskan pertama kali oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) pada tahun 2002.

Ikatan tersebut merupakan sebuah organisasi perlindungan hewan global yang berdiri pada tahun 1969 oleh Brian Davies. Lalu, sejak tahun 2020, pengelolaan memperingati hari kucing sedunia berpindah kepada Internasional Cat Care (ICatCare), di mana organisasi ini merupakan amal berbasis di Inggris yang berdiri sejak tahun 1958.

Organisasi ICatCare melanjutkan tradisi dari peringatan Hari Kucing Sedunia dengan cara menghadirkan berbagai kampanye tahunan yang tujuannya menjangkau masyarakat global. Lalu, setiap tahunnya terdapat jutaan orang yang ikut merayakan berbagai kegiatan positif, seperti membagikan foto-foto kucing di sosial media, memberikan donasi kepada tempat penampungan hewan, dan menghadirkan kampanye betapa pentingnya merawat kucing.

Namun, dalam memperingati Hari Kucing Sedunia, dokter hewan yang merupakan dosen dari IPB, yaitu drh Tetty Barunawati Siagian, memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa kucing gemuk bukan berarti tanda hewan tersebut sehat. Sebab, kucing pun memiliki potensi risiko penyakit obesitas apabila terlalu gemuk.

Faktanya obesitas pada kucing merupakan penyakit kronis yang perlu dicegah. Obesitas juga terjadi ketika penumpukan lemak tubuh sudah berlebihan sehingga dapat menganggu kesehatan dan bagaimana kualitas hidup si kucing.

Secara umum juga seekor kucing dikatakan obesitas apabila berat badannya mencapai lebih dari 20 persen di atas berat badan ideal. Namun, penilaian tersebut bukan hanya berdasarkan dengan angka timbangan, melainkan diukur menggunakan body condition score (BCS), dengan kondisi idealnya di skor 5 pada skala 9.

Cara untuk mencegah obesitas tersebut yaitu pemilik kucing dapat melakukan pemeriksaan sederhana di rumah, seperti meraba tulang rusuk, melihat lekukan pinggang, dan memperlihatkan bentuk perut dari samping. Namun, pemeriksaan akurat pun tetap berada di bawah pengecekan dokter hewan menggunakan BCS.

Bahkan tingginya kucing peliharaan yang mengalami kelebihan berat badan membuat sebagian banyak orang menganggap hal tersebut normal. Padahal, bila dikaji ulang, jaringan lemak pada tubuh merupakan organ aktif yang menghasilkan zat-zat inflamasi yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Akibatnya, kucing peliharaan memiliki potensi risiko paling tinggi mengalami obesitas dan penyakit diabetes melitus. Bahkan obesitas juga membuat kucing lebih sulit bergerak, sehingga memiliki potensi harapan hidup yang lebih pendek dibandingkan dengan kondisi kucing yang berat badannya ideal.

Demikian merupakan penjelasan dari bahaya risiko obesitas pada kucing untuk memperingati Hari Kucing Sedunia.