BERITA TERBARU
BAZNAS dan ICMI Jajaki Kerja Sama Program Inovasi Lingkungan Hingga Riset BAZNAS RI dan Pemkab Ogan Ilir Perkuat Sinergi Pemberdayaan Umat Kini Urus SIM Lebih Mudah Dengan Kios SIM Data Center AI 640 MW Dibangun di Jatiluhur, Ditargetkan Beroperasi 2027 Datang Malam-Malam ke Solok, Menteri Dody Cek Langsung Penanganan Pascabanjir Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Manfaatkan Layanan Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Gorontalo: Sudah Pasti Lebih Memudahkan Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur
NASIONAL

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau
dok. ‎Biro Komunikasi Publik ‎Kementerian PU

‎Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimalkan peran Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan dalam mengatur pemanfaatan air agar kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan tetap terpenuhi secara optimal saat musim kemarau.
‎
‎Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Menteri PU Dody Hanggodo untuk mendukung target Swasembada Pangan dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan air irigasi.
‎
‎”Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
‎
‎Secara teknis, Bendungan Tapin yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III ini berperan sebagai infrastruktur penyangga utama dalam menanggulangi deviasi iklim ekstrim akibat fenomena El Niño di wilayah Kalimantan Selatan. Saat ini volume tampungan tercatat sebesar  35.957.287 (m³)/ 68.12% dari kapasitas Tampungan Muka Air Normal.
‎
‎*5 Peran Strategis Bendungan Tapin*
‎
‎Dalam menghadapi puncak musim kemarau dan fenomena El Nino, Bendungan Tapin memiliki lima peran yang strategis. Pertama, optimasi pola operasi waduk (maximum storage retention). Pengelola waduk pada Bendungan Tapin menerapkan pola operasi dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai Rencana Tahunan Operasi Waduk atau menjaga elevasi muka pada batas operasi normal.
‎
‎Kedua, menjaga kontinuitas air baku dan aliran sungai. Dengan suplai konstan pada Potensi Air Baku sebesar 500 L/s, bendungan menjaga pasokan air baku dan mempertahankan debit pemeliharaan sungai. Ketiga, pemantauan hidrologi presisi berbasis real-time data. Operasi pengeluaran air (outflow release) disesuaikan secara dinamis dengan memperhitungkan inflow dari hulu serta pemodelan cuaca dari BMKG dan BRIN.
‎
‎Keempat, penyesuaian pemanfaatan di hilir dengan memprioritaskan terlebih dahulu sesuai urutan prioritas pemenuhan/pemanfaatan air seperti mendahulukan untuk kebutuhan air baku baru kemudian untuk irigasi, kebutuhan industri, energi listrik dan pariwisata. Kelima, mitigasi dampak sekunder (penurunan risiko karhutla). Rilis air teratur ke alur sungai dan saluran irigasi membantu memperkecil penurunan tinggi muka air tanah (water table) di wilayah sekitarnya.
‎
‎Optimalisasi Bendungan Tapin ini selaras dengan Visi PU 608, melalui infrastruktur yang tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif, sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎