BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
SPORT

Melayang Di Atas Waduk Jatigede Sumedang, Surga Paralayang Di Tanah Pasundan

Melayang Di Atas Waduk Jatigede Sumedang, Surga Paralayang Di Tanah Pasundan
PARALAYANG DI TANAH PASUNDAN (Foto/Pinterest)

Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini menjelma menjadi salah satu destinasi paralayang terunggul di Indonesia. Dengan perbukitan yang menghadap hamparan Waduk Jatigede dan pegunungan yang membelah langit, wilayah ini memiliki tiga lokasi andalan: Batu Dua, Kampung Toga, dan Buricak Burinong.

Bahkan kejuaraan dunia West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 digelar di sini pada 12–21 September 2026.Paralayang bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan jendela memandang bumi dari ketinggian. Dari Batu Dua, lokasi terbang berada di ketinggian 930 meter di atas permukaan laut yang memanjakan mata dengan pemandangan hijau pegunungan dan hamparan air terbesar di Jawa Barat.

Bagi wisatawan pemula, tersedia paket terbang bersama instruktur atau tandem yang aman dan diawasi langsung oleh tenaga profesional.Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga berkolaborasi dengan klub paralayang serta pengelola lokasi untuk menjaga standar keselamatan. Puluhan pilot lokal maupun mancanegara, serta ratusan wisatawan dari berbagai penjuru, kini menjadikan Sumedang tujuan utama setiap akhir pekan.

Berikut daftar lokasi paralayang:

  1. Batu Dua, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu — lokasi utama kejuaraan dengan ketinggian 500 meter dari tempat pendaratan.
  2. Kampung Toga, berjarak 3 km dari alun-alun Sumedang — akses mudah, cocok untuk pemula.
  3. Buricak Burinong, Kecamatan Darmaraja — menghadap langsung Waduk Jatigede dengan pemandangan spektakuler.

Sumedang dikatakan wisata mewah karena letaknya di dataran tinggi menjadikan arus angin hangat atau termal sangat mendukung penerbangan lebih lama. Selain itu, lanskapnya luas tanpa halangan bangunan tinggi, menjamin keindahan sekaligus keamanan. Akses jalan yang baik dan jarak tempuh hanya 2 jam dari Bandung membuatnya semakin diminati.

“Sumedang itu anugerah alam, bukitnya pas, anginnya pas, pemandangannya luar biasa. Bukan tanpa alasan dunia olahraga paralayang menaruh harapan besar pada tempat ini,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebagaimana dikutip detikJabar pada September 2026.

Cukup datang pagi hari sebelum pukul 10.00, saat angin mulai bersahabat. Daftar paket tandem di lokasi, lengkap dengan peralatan keselamatan dan instruktur bersertifikat. Nikmati melayang 10–20 menit di udara, mendarat dengan lembut di area yang telah ditentukan. Harga paket wisata terjangkau, mulai dari Rp350.000 hingga Rp550.000 per orang.Sumedang tak sekadar terkenal dengan tahu-nya kini langitnya pun menjadi magnet yang menarik siapa saja ingin merasakan kebebasan terbang di antara keindahan alam Tanah Air.

Kategori: Sport