BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
EKONOMI

Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari-April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik

Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari-April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik
dok. Kementan

Produksi beras nasional pada Januari-April 2026 tercatat 14,03 juta ton. Angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS) ini meningkat 16.810 ton atau 0,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14,01 juta ton, demikian Berita Resmi Statistik yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik, Selasa (1/9).

Kenaikan produksi beras tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja di sisi produksi padi. Pada periode yang sama, produksi padi mencapai 24,36 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 28.765 ton atau 0,12% dibandingkan Januari-April 2025 yang sebesar 24,33 juta ton GKG.

Tak hanya produksi padi, luas panen juga mengalami peningkatan. BPS mencatat luas panen padi Januari-April 2026 mencapai 4,51 juta hektare, bertambah 19.182 hektare atau 0,43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,49 juta hektare.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan produksi beras pada awal 2026 tidak berdiri sendiri. Bertambahnya luas panen ikut menopang peningkatan produksi padi, yang kemudian berkontribusi terhadap kenaikan produksi beras nasional.

Berdasarkan catatan BPS, produksi beras pada Januari 2026 mencapai 1,73 juta ton. Angka ini kemudian meningkat menjadi 2,88 juta ton pada Februari, sebelum mencapai 5,02 juta ton pada Maret dan 4,40 juta ton pada April.

Secara kumulatif, produksi selama empat bulan pertama 2026 mencapai 14,03 juta ton atau sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan secara tahunan terutama terlihat pada dua bulan pertama. Produksi beras Januari 2026 naik 36,87% dibandingkan Januari 2025, sedangkan Februari meningkat 26,41%. 

Memasuki Maret dan April, produksi beras memang lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2025. Namun, secara kumulatif Januari-April, produksi beras tetap mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,12%.

Pergerakan produksi beras tersebut tidak terlepas dari produksi padi sebagai bahan bakunya.

BPS mencatat produksi padi Januari 2026 sebesar 3,01 juta ton GKG, kemudian 5,01 juta ton GKG pada Februari, 8,71 juta ton GKG pada Maret, dan 7,63 juta ton GKG pada April.

Jika dijumlahkan, produksi padi pada Januari-April 2026 mencapai 24,36 juta ton GKG, meningkat 28.765 ton atau 0,12% dibandingkan periode yang sama 2025. 

Dengan kata lain, pertumbuhan produksi beras pada awal tahun memiliki basis dari sisi produksi gabah. Ketika produksi padi meningkat, maka volume bahan baku yang dapat dikonversikan menjadi beras juga bertambah.

Dari sisi luas panen, BPS mencatat perkembangan yang lebih tinggi secara persentase.

Luas panen padi Januari 2026 mencapai sekitar 565 ribu hektare, Februari 935,62 ribu hektare, Maret 1,61 juta hektare, dan April 1,40 juta hektare.

Total luas panen pada Januari-April 2026 mencapai 4,51 juta hektare, meningkat sekitar 19.182 hektare atau 0,43% dibandingkan 4,49 juta hektare pada periode yang sama 2025.