BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Kementerian PU Perkuat Titik Longsor Jalur Malalak, Pulihkan Konektivitas Pascabencana di Agam

Kementerian PU Perkuat Titik Longsor Jalur Malalak, Pulihkan Konektivitas Pascabencana di Agam
dok. Humas Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memulihkan akses masyarakat di ruas Koto Mambang–Balingka atau Jalur Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Perbaikan dilakukan agar masyarakat dapat kembali bepergian dengan lebih aman, distribusi logistik kembali lancar, serta aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak dapat berjalan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas karena jalan merupakan akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan menghubungkan wilayah-wilayah yang terdampak bencana. 

“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Menteri Dody.

Ruas Koto Mambang–Balingka yang ditangani berada pada segmen KM 69+500 hingga KM 87+875. Bencana menyebabkan sejumlah titik mengalami longsor, badan jalan amblas, saluran drainase tertutup material, hingga jembatan hilang dan akses masyarakat terputus.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan pemulihan fungsi jalan agar akses masyarakat dapat kembali digunakan, kemudian dilanjutkan dengan penguatan permanen untuk meningkatkan keamanan dan keandalan jalan dalam jangka panjang.

Sejumlah titik yang sebelumnya mengganggu akses masyarakat kini ditangani secara bertahap. Di KM 74+875, jembatan yang hilang dan menyebabkan akses terputus dipulihkan melalui pemasangan jembatan untuk membuka kembali konektivitas. Pada titik lain, seperti KM 69+575, KM 75+950, dan KM 76+290, dilakukan penguatan badan jalan, lereng, serta saluran air untuk menjaga akses tetap aman dan berfungsi.

Penanganan juga dilakukan pada saluran drainase yang tertutup material bencana di KM 74+610 agar aliran air kembali lancar dan tidak mengganggu jalan. Pada lokasi longsor yang sulit dijangkau, Kementerian PU memanfaatkan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk memetakan kondisi medan dan menentukan penanganan yang tepat. Salah satunya di KM 78+050–82+700, yang ditangani melalui pembersihan material longsor dan penataan kembali jalur.

Rangkaian penanganan tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat dapat kembali menggunakan Jalur Malalak dengan lebih aman dan lancar, baik untuk bepergian, bekerja, mengakses layanan dasar, maupun mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.

Pemulihan ruas Koto Mambang–Balingka dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemulihan fungsi jalan dan penguatan secara permanen. Seluruh pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Kementerian PU terus memastikan penanganan tidak berhenti pada terbukanya kembali akses, tetapi juga meningkatkan keandalan jalan dan jembatan agar masyarakat memiliki konektivitas yang lebih aman dan dapat diandalkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menghadapi risiko bencana di masa mendatang .