BERITA TERBARU
Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak Mitra Dapur MBG Keluhkan Perubahan Kebijakan BGN, Minta Kepastian Pembiayaan Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu Kurangi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Perbaiki Sistem Pompa Bendung Bawah Tanah Bribin II Gunungkidul Indonesia Rampungkan Partisipasi di ADIPEC 2026 dengan Semangat Percepatan Pengembangan Hulu Migas Nasional
KORPORASI

Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI

Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI
dok. BRI

Dendeng balado dan sambal cumi menjadi produk andalan DapurnyaAmi, usaha kuliner milik Ami Bunayya di Padang Luar, Bukittinggi, Sumatera Barat. Mengandalkan cita rasa khas Minangkabau dan bahan baku dari Sumatera Barat, DapurnyaAmi menghadirkan produk tanpa pengawet dan tanpa MSG. Selain dua produk andalan tersebut, DapurnyaAmi juga memproduksi bakso dan ayam ungkep.

Usaha Ami bermula dari katering rumahan pada 2019. Ia melayani pesanan pelanggan dari rumah ke rumah sebelum melihat peluang untuk mengembangkan produk makanan yang lebih praktis. Permintaan pelanggan terhadap makanan beku siap saji kemudian menjadi titik awal pengembangan produk DapurnyaAmi pada 2020, ketika pandemi COVID-19 turut mengubah kebutuhan konsumen.

“Awalnya, kami menjalankan katering rumahan dengan melayani pesanan pelanggan dari rumah ke rumah. Kemudian, ada permintaan makanan beku yang praktis dan siap disajikan. Dari situ muncul ide untuk mengembangkan produk sendiri hingga DapurnyaAmi memiliki beragam varian seperti sekarang,” ujar Ami.

Seiring perkembangan usaha, Ami menghadapi persaingan dengan pesaing yang menawarkan harga lebih rendah. Ia memilih mempertahankan margin usaha daripada mengikuti persaingan harga. Bagi DapurnyaAmi, menjaga karakter produk menjadi bagian dari strategi menjalankan bisnis di tengah persaingan.

Kini, DapurnyaAmi memasarkan produk melalui reseller, pasar ritel modern, marketplace, serta berbagai pameran dan kegiatan penjualan. Produk DapurnyaAmi telah dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Riau dan Pulau Jawa, serta mulai merambah pasar nasional dan internasional. Dalam mendukung transaksi usaha, Ami juga memanfaatkan layanan BRI, terutama QRIS dan transaksi melalui rekening BRI.

Ami mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN di Bukittinggi. Sejak bergabung, ia memanfaatkan pelatihan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola bisnis. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekalnya untuk terus mengembangkan DapurnyaAmi.

“Bagi kami, BRI adalah rumah besar untuk menimba ilmu. Kami sangat mengandalkan pelatihan untuk menambah pengetahuan dalam menjalankan usaha. Salah satunya melalui pengalaman mengikuti Brilianpreneur pada 2022. Kami ingin terus belajar agar DapurnyaAmi bisa berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Ami.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kisah DapurnyaAmi mencerminkan potensi UMKM Indonesia untuk tumbuh melalui pemanfaatan dukungan pengembangan usaha yang tepat.  “BRI meyakini bahwa UMKM merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus didukung agar semakin tangguh dan berdaya saing. Melalui linkumkm by BRI, kami menghadirkan ekosistem pemberdayaan terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas peluang pengembangan bisnis. Kami berharap kisah DapurnyaAmi dapat menginspirasi semakin banyak UMKM Indonesia untuk terus berinovasi, bertumbuh secara berkelanjutan, dan naik kelas,” ujar Dhanny.

Hingga 30 September 2026, linkumkm by BRI mencatat lebih dari 17,66 juta pengguna dan menyediakan 845 modul pembelajaran untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM. Melalui platform ini, pelaku usaha dapat mengikuti asesmen untuk mengenali level bisnis, mengakses pembelajaran sesuai kebutuhan, serta memperoleh pendampingan mentor sebagai bekal untuk mengembangkan usaha dan memperluas peluang pasar.