BERITA TERBARU
Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak Mitra Dapur MBG Keluhkan Perubahan Kebijakan BGN, Minta Kepastian Pembiayaan Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu Kurangi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Perbaiki Sistem Pompa Bendung Bawah Tanah Bribin II Gunungkidul Indonesia Rampungkan Partisipasi di ADIPEC 2026 dengan Semangat Percepatan Pengembangan Hulu Migas Nasional
TREN

Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak

Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak
dok. Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung kebutuhan petani dan peternak dengan menginstruksikan sejumlah tindak lanjut konkret, mulai dari pengembangan jagung seluas 500 hektare hingga pemenuhan pasokan jagung SPHP bagi koperasi peternak di Blitar, Magetan dan Lamongan. Dalam dialog bersama peternak dan petani jagung di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11), Mentan Amran bahkan menyetujui langsung permintaan tersebut di atas secarik kertas untuk segera ditindaklanjuti jajarannya.

Salah satu permintaan disampaikan Nur Syamsudin, peternak asal Blitar yang mengembangkan usaha di Kalimantan Tengah. Ia menyatakan kesanggupannya mengembangkan lahan jagung bersama petani setempat seluas 500 hektare.

“Kalau 500 hektare mampulah,” ujar Nur saat ditanya Mentan Amran mengenai kapasitas pengembangan lahan.

Mentan Amran langsung meminta agar komitmen tersebut dicatat dan dikoordinasikan dengan jajaran terkait. Pengembangan jagung ini menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan petani jagung, koperasi, dan peternak dalam satu ekosistem usaha.

“Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” jelas Mentan Amran.

Melalui skema tersebut, hasil panen akan diserap koperasi. Jika produksi berlebih, Bulog dapat membeli dan menyimpannya sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan peternak saat pasokan terbatas. Mekanisme ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan.

“Setelah dibeli, ada berlebih lagi produksinya, itu dibeli oleh pemerintah, Bulog. Tetapi koperasi itu yang menitip, itu yang bisa mengambil kembali pada bulan September, Oktober, November, Desember,” katanya.

Selain pengembangan lahan, Mentan Amran juga merespons permintaan jagung SPHP sebanyak 50 ton dari Koperasi Koderma di Magetan. Ia langsung menginstruksikan jajaran terkait agar kebutuhan tersebut segera dilayani.

“Magetan ya, Mas? Ini koperasi apa namanya, Koderma. Layani 50 ton jagung hari ini,” tegasnya.

Respons serupa diberikan kepada Suparto, peternak asal Lamongan yang mengeluhkan belum tersedianya jagung SPHP tahap ketiga meskipun koperasinya telah memperoleh alokasi. Setelah mendengar kendala tersebut, Mentan Amran meminta agar 40 ton jagung segera disalurkan melalui Bulog Bojonegoro.

“Empat puluh ton, Pak,” ujar Suparto yang kemudian menuliskan kebutuhannya di atas kertas.

Mentan Amran kemudian mengarahkan jajaran Bulog untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Suparto pun menyampaikan terima kasih atas respons Mentan Amran terhadap kebutuhan pasokan jagung bagi peternak.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah ingin memastikan persoalan petani dan peternak ditangani melalui solusi nyata, bukan hanya sebatas menerima aspirasi. Karena itu, penguatan produksi jagung harus berjalan beriringan dengan kepastian penyerapan dan ketersediaan pasokan bagi peternak.

Petani akan mendapatkan dukungan benih, pompa dan alat mesin pertanian sesuai kemampuan anggaran pemerintah. Hasil panen kemudian memiliki kepastian pasar melalui koperasi, sementara kelebihan produksi dapat diserap Bulog.

“Ini kita bangun sistem baru, ekosistem baru. Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi,” ujar Mentan Amran.

Melalui dukungan pengembangan lahan, sarana produksi, penyaluran jagung SPHP, serta penguatan koperasi dan peran Bulog, Kementerian Pertanian mendorong rantai pasok jagung yang lebih terintegrasi. Upaya ini diharapkan membantu petani mengembangkan produksi sekaligus memastikan peternak memperoleh pasokan pakan yang dibutuhkan.