BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
TREN

Dari Kalbar ke Kalteng, Mendagri Ikut Dampingi Presiden Pantau Penanganan Kebakaran Hutan

Dari Kalbar ke Kalteng, Mendagri Ikut Dampingi Presiden Pantau Penanganan Kebakaran Hutan
dok. capt: Penanganan Kebakaran Hutan (Foto/Pinterest)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, serta Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan jajaran pemerintah daerah setempat.

Kunjungan kerja peninjauan langsung dan rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden menerima laporan situasi terkini dan memutuskan penambahan bantuan berupa empat helikopter pengebom air, ratusan unit pompa air, ribuan set alat pelindung diri, serta pengiriman personel tambahan untuk mempercepat pemadaman.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Presiden tiba di Palangka Raya sekitar pukul 15.25 WIB setelah sebelumnya meninjau wilayah Kalimantan Barat pada hari yang sama. Pelaksanaan berada di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kalimantan Tengah menghadapi tekanan besar akibat karhutla. Hingga 22 Agustus tercatat 19.992 titik panas dan 1.639 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 4.499 hektare. Kunjungan bertujuan meninjau langsung kondisi lapangan, memastikan bantuan tepat sasaran, dan mempercepat pengendalian titik api.

Setelah meninjau lokasi di Kalimantan Barat, rombongan bertolak ke Palangka Raya. Setibanya, Presiden langsung memimpin rapat dan menerima laporan dari Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng. Presiden segera menyetujui tambahan empat helikopter water bombing, 100–200 unit pompa air, 2.000 set APD, serta mengerahkan sekitar 1.500 personel tambahan. Presiden bahkan menelepon langsung guna mempercepat pengiriman bantuan ke lokasi.

Seusai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Mendagri kembali mendampingi Presiden melanjutkan perjalanan ke Kalteng. Mengutip dari detikNews, Mendagri menyebutkan tinjauannya bersama Presiden Prabowo.

“Seusai meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas penguatan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” tuturnya.

Presiden juga menegaskan tindakan hukum tanpa kompromi terhadap pihak yang terbukti membakar hutan secara sengaja, serta meminta revisi peraturan daerah yang masih memungkinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Kehadiran langsung Presiden didampingi Mendagri menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mengatasi bencana lingkungan yang berdampak luas ini. Hingga kini, pemadaman terus berjalan dan seluruh bantuan diupayakan segera tiba di lokasi.