BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Sinergi Parlemen-Pemerintah Jadi Kunci Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Sinergi Parlemen-Pemerintah Jadi Kunci Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
dok. Foto : Sari/Andri

Sinergi antara parlemen dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam memastikan arah pembangunan nasional berjalan sesuai dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kolaborasi tersebut penting diperkuat melalui pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR RI yang berjalan selaras dengan agenda pembangunan pemerintah.

Anggota Komisi V DPR RI Teguh Iswara Suwardi mengatakan, hubungan antara parlemen dan pemerintah harus dibangun dalam kerangka kemitraan yang konstruktif. Menurutnya, DPR RI tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan masukan berbasis data dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Lihat Juga :

Gamal: Validitas dan Keamanan Data Jadi Kunci Keberhasilan Satu Data Indonesia

Sinergi Parlemen dan Kampus Diperkuat, BKSAP Dorong Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal

“Berdaulat, adil, dan makmur itu selalu kita upayakan,” kata Teguh saat menjadi narasumber Talk Show Spesial TVR Parlemen menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, komunikasi antara parlemen dan pemerintah tidak semata-mata untuk memberikan dukungan ataupun mencari kesalahan. Menurutnya, fungsi pengawasan harus diarahkan untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatian Komisi V DPR RI, terutama dalam pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang dinilai mampu mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di berbagai daerah.

“Kalau hanya mengandalkan daerah, mereka tidak sanggup. Tetapi berkat adanya IJD, upaya pemerataan dan perbaikan jalan daerah bisa semakin masif,” ujar politisi muda dari fraksi Partai NasDem itu.

Selain infrastruktur jalan, Teguh menyebut pembangunan dan rehabilitasi irigasi melalui Inpres Irigasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah dan DPR RI juga terus mendorong program perumahan rakyat, termasuk bedah rumah, guna memastikan masyarakat memperoleh hunian yang layak.

Di sektor transportasi, pembangunan konektivitas melalui berbagai proyek strategis, seperti kereta Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi, dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat arus logistik antardaerah.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional Prof. Ganjar Razuni menilai kemitraan antara pemerintah dan parlemen saat ini telah berjalan secara konstruktif dan produktif. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diarahkan pada kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi itu sudah berjalan dengan baik dan terjadi kemitraan yang sangat produktif,” kata Ganjar.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip ambek paramarta atau penentuan skala prioritas dalam penyusunan anggaran. Dengan prinsip tersebut, pungkasnya, anggaran pembangunan diharapkan benar-benar diarahkan pada program yang paling dibutuhkan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.