BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
NASIONAL

Optimalisasi SAKIP, Kunci Utama Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berorientasi Hasil

Optimalisasi SAKIP, Kunci Utama Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berorientasi Hasil
dok. Kementerian PANRB

Kinerja pemerintah tidak hanya diukur dari kualitas perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Penguatan tata kelola dan manajemen kinerja perlu terus diarahkan pada pencapaian hasil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Apa yang sudah kita lakukan dengan baik harus benar-benar berdampak kepada masyarakat. SAKIP yang baik salah satunya tercermin dari angka kemiskinan yang turun,” ujar Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PANRB Erwan Agus Purwanto saat menerima audiensi Bupati Paser Fahmi Fadli beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Paser, Senin (10/8/2026). 

Erwan menjelaskan, dalam sebuah perencanaan kinerja perlu memperhatikan beberapa hal sebagai pedoman teknis perencanaan di antaranya manajemen kinerja, indikator kinerja, penetapan target, pengukuran kinerja secara berkala dan yang lainnya.

Menurut Erwan, untuk meningkatkan SAKIP juga harus diiringi dengan rencana aksi dari seluruh perangkat daerah yang mencakup strategi dalam mencapai kinerja tahunan serta melakukan reviu dan perbaikan kinerja dari level jabatan tertinggi hingga ke level operasional.

“Untuk meningkatkan SAKIP itu butuh komitmen bersama, tidak hanya Bupatinya saja, namun harus didukung penuh oleh seluruh perangkat daerah. Semua tugas harus dibagi dan semuanya harus bekerja sesuai tupoksi. Dari sini akan terlihat jelas peningkatannya dan kelemahannya pun akan terlihat sehingga mudah untuk diperbaiki,” tambahnya.

Erwan mengapresiasi berbagai inovasi dan strategi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser dalam memperkuat manajemen kinerja. Upaya tersebut turut tercermin dari peningkatan hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Paser yang mencapai predikat B.

Untuk itu, Kabupaten Paser didorong untuk terus meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, kalau pertumbuhan ekonomi naik, maka pengangguran juga berkurang. Ini menjadi tantangan kita bersama,” lanjut Erwan.

Sementara itu, Bupati Paser Fahmi Fadli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Paser tengah melakukan transformasi manajemen kinerja melalui pengembangan e-SAKIP Taka. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan data kinerja perangkat daerah dalam satu sistem digital, sehingga pemantauan dan pengendalian kinerja dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Manajemen kinerja ini terintegrasi, seluruh perangkat daerah berada dalam satu sistem, sehingga pemantauan kinerja dapat dilakukan secara _real time_,” ujar Fahmi.

Selain memperkuat manajemen kinerja, Pemerintah Kabupaten Paser juga tengah mengembangkan sektor pariwisata olahraga atau sport tourism sebagai salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih banyak ditopang oleh sektor pertambangan batu bara.

“Sebagian besar ekonomi kita berasal dari pertambangan batu bara. Karena itu, kami sedang mencari opsi lain, salah satunya melalui pengembangan _sport tourism_,” ungkap Fahmi.

Pemerintah Kabupaten Paser juga mendorong keterlibatan sektor swasta dalam memperluas kesempatan kerja. Salah satunya melalui penyediaan program magang selama tiga bulan bagi masyarakat, yang diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kompetensi sekaligus membuka akses menuju dunia kerja.