BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan upaya penanganan darurat kekeringan sebagai dampak El Nino yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya termasuk di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada Kamis (13/8), Tim Penanggulangan Darurat (TPD) Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan, Kementerian PU telah menyalurkan total 8.000 liter air bersih kepada total 3.700 keluarga atau sekitar 9.500 jiwa. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan sehingga penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PU mengerahkan 2 unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter air bersih, beserta sejumlah personel untuk mendukung distribusi di lapangan.

Plt. Kepala BPBPK Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama musim kemarau.

“Bantuan air bersih tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di Desa Karangharja yang tersebar di 6 RW dan 16 RT. Selain penyaluran air bersih, kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi lapangan serta menyiapkan dukungan lanjutan apabila diperlukan,” kata Reza.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan bencana kekeringan melalui penyediaan layanan dasar air bersih yang cepat dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan pasokan air bersih.

Upaya penanganan darurat kekeringan ini juga sejalan dengan agenda PU 608 yang menempatkan pengelolaan sumber daya air dan layanan dasar permukiman sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.