Menangis Hingga Kembali Pulang! Kai Trump Mengalami Krisis Emosional di Awal Kuliah
Kai Trump, cucu perempuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengakui mengalami guncangan emosional yang luar biasa saat memasuki masa perkuliahan.
Di balik kehidupan yang tampak sempurna dan penuh kemewahan, remaja berusia 19 tahun itu ternyata tak kuasa menahan perasaan haru sekaligus takut menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Ia bahkan menangis tersedu-sedu hingga terpaksa kembali pulang ke rumah ibunya di minggu pertama perkuliahan.
Kai Trump membagikan pengalaman perasaannya secara terbuka melalui saluran YouTube pribadinya yang berisi rekaman perjalanan hidupnya menuju kehidupan kampus. Dalam video berdurasi 21 menit tersebut, Kai tampak menangis tersedu-sedu di dalam mobil saat berpisah dengan keluarga. Ia mengaku merasa sangat berat hati meninggalkan rumah, terlebih lagi ibunya, Vanessa Trump, yang sedang berjuang melawan kanker payudara. Rasa sedih itu berlanjut hingga di kampus hingga Kai jatuh sakit karena tak sempat makan selama tiga hari, dan akhirnya memutuskan kembali pulang agar dirawat ibunya.
Tokoh utama adalah Kai Trump, putri dari Donald Trump Jr. dan Vanessa Trump, yang kini menempuh pendidikan di Universitas Miami sekaligus bergabung dengan tim golf wanita universitas tersebut. Ibunya, Vanessa Trump, menjadi alasan utama kesedihan Kai karena kondisi kesehatannya yang masih dalam masa pemulihan. Kedekatan keduanya begitu erat sehingga perpisahan sementara pun terasa bagai cobaan berat bagi Kai.
Kai Trump resmi memulai masa perkuliahan sebagai mahasiswa baru pada pertengahan Agustus 2026 di Universitas Miami, Florida. Video yang merekam pergolakan emosinya diunggah ke saluran YouTube pada akhir Agustus hingga awal September 2026, dan langsung menyebar luas ke berbagai media berita internasional.
Penyebab utamanya adalah perpisahan pertama dari keluarga, terutama dari ibunya yang sedang sakit. Kai mengaku tidak pernah jauh dari rumah dan ibunya selama ini. Menambah beban perasaannya, Vanessa Trump baru saja menjalani pengobatan kanker payudara dan kondisinya masih belum sepenuhnya pulih. Kai merasa bersalah sekaligus cemas meninggalkan ibunya yang seharusnya dijaga dan didampingi. Perubahan lingkungan yang tiba-tiba, rutinitas baru, serta tekanan menjadi atlet mahasiswa turut membebani hatinya.
Mengutip dari Fox News, Kai Trump mengaku bahwa perpisahan ini jauh lebih berat dari yang ia bayangkan. “Aku benar-benar menangis tersedu-sedu. Rasanya sangat sedih harus berpisah dari semua orang. Aku bukan orang yang emosional, jadi aneh rasanya menangis seperti ini,” ujar Kai Trump dalam rekamannya.
Meski demikian, Kai menyadari bahwa ia harus melangkah maju. Ia berjanji akan berusaha kuat demi kebahagiaannya dan demi ibunya yang terus mendukung dari jauh. Publik pun memberikan dukungan hangat, memahami bahwa di mana pun seseorang berada, perpisahan dengan orang terkasih selalu meninggalkan rasa perih yang sama.


